Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Barat
»
Ragam Fauna


Jejak Sang Garuda di Langit Jawa, Mengenal Satwa Ikonik Elang Jawa

Foto: Meski namanya telah dikenal luas, tidak banyak orang yang benar-benar memahami kehidupan burung ini di habitat aslinya
Warta Konsumen Indonesia

Bentang sayap Elang Jawa dapat mencapai lebih dari satu meter. Sayap yang lebar memungkinkannya melayang dalam waktu lama memanfaatkan arus udara panas tanpa harus terus mengepakkan sayap. Cara terbang seperti ini membuatnya mampu menghemat energi ketika berpatroli di wilayah kekuasaannya.

Habitat favorit Elang Jawa adalah hutan hujan tropis, terutama kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 500 hingga lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Burung ini membutuhkan hutan yang masih utuh karena pepohonan besar digunakan sebagai tempat bersarang sekaligus titik pengamatan saat berburu.

Sebaran Elang Jawa meliputi berbagai kawasan konservasi penting di Pulau Jawa. Populasinya tercatat menghuni sejumlah taman nasional seperti Gunung Gede Pangrango, Gunung Halimun Salak, Gunung Ciremai, Gunung Merapi, Merbabu, Bromo Tengger Semeru, Gunung Meru Betiri, Alas Purwo, hingga beberapa kawasan hutan lindung lainnya. Namun, persebarannya tidak merata karena setiap pasangan membutuhkan wilayah jelajah yang cukup luas.

Sebagai predator puncak, Elang Jawa memakan berbagai jenis satwa berukuran kecil hingga sedang. Mangsanya meliputi tupai, bajing, tikus hutan, reptil, burung, kelelawar, hingga mamalia kecil lainnya. Burung ini biasanya berburu dengan cara bertengger di pohon tinggi sambil mengamati lingkungan. Ketika mangsa terlihat lengah, ia akan meluncur cepat dengan cakar yang sangat kuat untuk menangkap korbannya.

Elang Jawa dikenal sebagai satwa yang setia terhadap pasangan. Setelah menemukan pasangan, keduanya akan membangun sarang besar dari ranting-ranting pohon di bagian atas pohon yang tinggi. Sarang tersebut dapat digunakan berulang kali selama bertahun-tahun dengan penambahan material baru pada setiap musim berbiak.

Induk betina umumnya hanya menghasilkan satu butir telur dalam satu musim berkembang biak. Masa pengeraman berlangsung sekitar satu setengah bulan, sedangkan anak Elang Jawa membutuhkan waktu beberapa bulan hingga benar-benar mampu terbang dan berburu secara mandiri. Proses reproduksi yang lambat inilah yang membuat pemulihan populasi Elang Jawa memerlukan waktu sangat panjang apabila terjadi penurunan jumlah individu.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

★★★★★

Sorotan


Menyelami Adat dan Budaya Bengkulu, Harmoni Tradisi dan Kehidupan Masyarakat

Menyelami Adat dan Budaya Bengkulu, Harmoni Tradisi dan Kehidupan Masyarakat

Tradisi 13 Jul 2026, 12:55 WIB

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Pilihan Redaksi

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Baca Juga

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Berita Lainnya

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua