Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Fauna
»
Detail Berita


Kasuari Sang Penjaga Hutan Papua, Burung Purba yang Masih Bertahan

Foto:
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Keunikan paling mencolok terdapat pada casque atau semacam tanduk keras di atas kepalanya. Selama bertahun-tahun, para peneliti mencoba memahami fungsi bagian tubuh tersebut. Ada yang berpendapat bahwa casque membantu melindungi kepala saat menerobos semak belukar, sementara penelitian lain menunjukkan kemungkinan fungsinya sebagai alat komunikasi karena mampu membantu menangkap atau memancarkan getaran suara berfrekuensi rendah.

Leher kasuari yang berwarna biru terang juga menjadi ciri khas yang sulit ditemukan pada burung lain. Warna cerah tersebut berpadu dengan gelambir merah yang menggantung di bagian depan leher sehingga memberikan tampilan yang sangat eksotis. Sementara itu, bulunya berwarna hitam pekat dengan tekstur menyerupai rambut panjang. Bentuk bulu seperti ini membantu air hujan cepat mengalir sehingga tubuh tetap nyaman meski hidup di kawasan dengan curah hujan tinggi.

Kaki kasuari merupakan senjata sekaligus alat utama untuk bertahan hidup. Setiap kakinya memiliki tiga jari dengan cakar yang sangat kuat. Jari bagian dalam memiliki kuku panjang yang dapat mencapai sekitar 12 sentimeter. Dalam situasi terancam, kasuari mampu menendang dengan tenaga luar biasa menggunakan cakar tersebut. Karena itulah burung ini sering dianggap sebagai salah satu burung paling berbahaya di dunia jika merasa terganggu.

Meskipun demikian, kasuari pada dasarnya bukan satwa yang agresif terhadap manusia. Sebagian besar konflik terjadi ketika burung ini merasa terpojok, melindungi anaknya, atau terbiasa diberi makan sehingga kehilangan rasa takut terhadap manusia. Di habitat alaminya, kasuari lebih memilih menghindar daripada menyerang.

Kemampuan berlari kasuari juga mengagumkan. Burung ini mampu melaju hingga sekitar 50 kilometer per jam di medan hutan yang tidak rata. Selain itu, kasuari merupakan perenang yang baik. Sungai-sungai kecil maupun rawa dapat diseberangi dengan mudah ketika berpindah mencari makanan atau wilayah baru.

Makanan utama kasuari berupa buah-buahan yang jatuh dari pohon. Mereka juga memakan jamur, pucuk tanaman, serangga, siput, katak kecil, hingga hewan-hewan berukuran mungil lainnya. Namun, buah tetap menjadi komponen terbesar dalam pola makannya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua