Keunikan paling mencolok terdapat pada casque atau semacam tanduk keras di atas kepalanya. Selama bertahun-tahun, para peneliti mencoba memahami fungsi bagian tubuh tersebut. Ada yang berpendapat bahwa casque membantu melindungi kepala saat menerobos semak belukar, sementara penelitian lain menunjukkan kemungkinan fungsinya sebagai alat komunikasi karena mampu membantu menangkap atau memancarkan getaran suara berfrekuensi rendah.
Leher kasuari yang berwarna biru terang juga menjadi ciri khas yang sulit ditemukan pada burung lain. Warna cerah tersebut berpadu dengan gelambir merah yang menggantung di bagian depan leher sehingga memberikan tampilan yang sangat eksotis. Sementara itu, bulunya berwarna hitam pekat dengan tekstur menyerupai rambut panjang. Bentuk bulu seperti ini membantu air hujan cepat mengalir sehingga tubuh tetap nyaman meski hidup di kawasan dengan curah hujan tinggi.
Kaki kasuari merupakan senjata sekaligus alat utama untuk bertahan hidup. Setiap kakinya memiliki tiga jari dengan cakar yang sangat kuat. Jari bagian dalam memiliki kuku panjang yang dapat mencapai sekitar 12 sentimeter. Dalam situasi terancam, kasuari mampu menendang dengan tenaga luar biasa menggunakan cakar tersebut. Karena itulah burung ini sering dianggap sebagai salah satu burung paling berbahaya di dunia jika merasa terganggu.
Meskipun demikian, kasuari pada dasarnya bukan satwa yang agresif terhadap manusia. Sebagian besar konflik terjadi ketika burung ini merasa terpojok, melindungi anaknya, atau terbiasa diberi makan sehingga kehilangan rasa takut terhadap manusia. Di habitat alaminya, kasuari lebih memilih menghindar daripada menyerang.
Kemampuan berlari kasuari juga mengagumkan. Burung ini mampu melaju hingga sekitar 50 kilometer per jam di medan hutan yang tidak rata. Selain itu, kasuari merupakan perenang yang baik. Sungai-sungai kecil maupun rawa dapat diseberangi dengan mudah ketika berpindah mencari makanan atau wilayah baru.
Makanan utama kasuari berupa buah-buahan yang jatuh dari pohon. Mereka juga memakan jamur, pucuk tanaman, serangga, siput, katak kecil, hingga hewan-hewan berukuran mungil lainnya. Namun, buah tetap menjadi komponen terbesar dalam pola makannya.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB