Papua dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Hutan hujan tropis yang masih luas menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna yang tidak ditemukan di tempat lain. Di antara sekian banyak satwa endemik tersebut, terdapat seekor mamalia yang sering luput dari perhatian dibanding burung cenderawasih atau kasuari. Satwa itu adalah kuskus tutul, penghuni pepohonan yang bergerak tenang, berwajah menggemaskan, sekaligus memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Papua.
Sekilas, kuskus tutul tampak seperti perpaduan antara koala dan monyet. Tubuhnya dipenuhi bulu tebal berwarna putih kekuningan hingga cokelat pucat dengan corak bintik-bintik gelap yang tersebar di seluruh tubuh. Corak inilah yang membuatnya dikenal sebagai kuskus tutul. Penampilannya yang unik sering menarik perhatian wisatawan maupun peneliti yang berkunjung ke Papua.
Meski tampak jinak, menemukan kuskus tutul di habitat aslinya bukanlah perkara mudah. Satwa ini lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon dan aktif pada malam hari. Siang hari biasanya digunakan untuk beristirahat di antara rimbunnya dedaunan, sementara malam menjadi waktu mencari makan dengan berpindah perlahan dari satu cabang ke cabang lainnya.
Kuskus tutul termasuk kelompok marsupial atau mamalia berkantung, sama seperti kanguru dan walabi di Australia. Anak kuskus yang baru lahir berukuran sangat kecil kemudian berkembang di dalam kantong induknya selama beberapa bulan hingga cukup kuat untuk hidup di luar. Hubungan kekerabatan ini menunjukkan bahwa Papua memiliki sejarah geologi yang panjang dengan kawasan Australia sehingga banyak satwa berkantung berkembang di kedua wilayah tersebut.
Keberadaan kuskus tutul menjadi bukti betapa kayanya biodiversitas Papua. Selain bernilai ilmiah, satwa ini juga menjadi bagian dari identitas alam Tanah Papua yang layak dikenal lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.
Penghuni Kanopi yang Menjaga Keseimbangan Hutan
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB