Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Purbakala
»
Detail Berita


Ngandong, Situs Homo Erectus Akhir di Tepian Bengawan Solo

Foto: Ngandong menyimpan salah satu kisah paling penting dalam sejarah evolusi manusia di dunia.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Blora, Indonesianer.com -- Ngandong adalah sebuah desa kecil yang terletak di tepian Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sekilas, kawasan ini tampak seperti perkampungan pedesaan biasa yang dikelilingi hamparan sawah, perbukitan kapur, dan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa. Namun di balik lanskap yang tenang tersebut, Ngandong menyimpan salah satu kisah paling penting dalam sejarah evolusi manusia di dunia.

Nama Ngandong mungkin tidak sepopuler Sangiran atau Trinil di kalangan wisatawan umum. Akan tetapi, bagi para arkeolog, paleoantropolog, dan peneliti prasejarah, situs ini memiliki arti yang sangat besar. Di sinilah ditemukan sejumlah fosil manusia purba yang menjadi kunci untuk memahami fase akhir kehidupan Homo erectus, spesies manusia purba yang pernah mendominasi Asia selama ratusan ribu tahun.

Penemuan di Ngandong tidak hanya memperkaya catatan prasejarah Indonesia, tetapi juga mengubah pemahaman dunia mengenai perjalanan evolusi manusia. Situs ini menjadi bukti bahwa Nusantara pernah menjadi salah satu wilayah terakhir yang dihuni Homo erectus sebelum akhirnya spesies tersebut punah dan digantikan oleh manusia modern.

Keberadaan Ngandong menunjukkan bahwa tepian Bengawan Solo bukan sekadar jalur sungai biasa. Pada masa prasejarah, kawasan ini merupakan lingkungan yang kaya sumber daya, tempat berbagai satwa besar berkeliaran dan manusia purba bertahan hidup. Jejak-jejak kehidupan itulah yang kini tersimpan dalam lapisan tanah dan batuan, menunggu untuk terus diteliti dan dipahami.

Penemuan Fosil yang Menggemparkan Dunia

Kisah besar Ngandong bermula pada awal abad ke-20 ketika para peneliti Belanda melakukan eksplorasi di sepanjang aliran Bengawan Solo. Kawasan ini memang telah lama dikenal sebagai wilayah yang kaya fosil vertebrata, terutama dari kala Pleistosen. Penelitian intensif kemudian dilakukan pada dekade 1930-an oleh tim yang dipimpin Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald bersama sejumlah peneliti lainnya.

Penggalian di Ngandong menghasilkan temuan luar biasa berupa sejumlah fosil tengkorak manusia purba yang memiliki karakteristik Homo erectus. Selain itu ditemukan pula berbagai bagian tulang tubuh manusia serta ribuan fosil hewan yang pernah hidup di kawasan tersebut.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Pilihan Redaksi

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Baca Juga

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Berita Lainnya

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geopark

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua