Di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berdiri sebuah candi yang menyimpan jejak panjang sejarah peradaban Jawa kuno. Candi Brahu sering disebut sebagai salah satu bangunan suci tertua di kompleks ibu kota Majapahit. Meskipun tidak semegah Candi Penataran atau semenarik gerbang monumental seperti Bajang Ratu, Candi Brahu memiliki nilai historis yang sangat penting karena diduga berasal dari masa yang lebih awal sebelum kejayaan Majapahit mencapai puncaknya.
Keberadaan Candi Brahu menjadi salah satu kunci penting dalam memahami perkembangan awal pusat kerajaan di Trowulan. Bangunan ini memberikan gambaran bahwa kawasan tersebut telah memiliki aktivitas keagamaan dan budaya jauh sebelum Majapahit berdiri sebagai kerajaan besar pada abad ke-14. Dengan demikian, Candi Brahu bukan hanya peninggalan Majapahit, tetapi juga saksi dari fase awal transformasi wilayah yang kemudian menjadi pusat kekuasaan terbesar di Nusantara.
Nama “Brahu” sendiri masih menjadi bahan kajian para ahli. Dalam tradisi lokal, nama tersebut sering dikaitkan dengan kata “wanaru” yang muncul dalam beberapa prasasti kuno, meskipun hubungan pastinya belum dapat dipastikan secara mutlak. Seperti banyak situs arkeologi lainnya, nama yang digunakan saat ini merupakan hasil perkembangan sejarah dan interpretasi masyarakat terhadap peninggalan masa lalu.
Candi Brahu dibangun menggunakan bata merah, material khas arsitektur Majapahit yang banyak ditemukan di kawasan Trowulan. Struktur bangunan yang masih tersisa menunjukkan bahwa candi ini memiliki bentuk yang relatif sederhana namun kokoh, mencerminkan gaya arsitektur Jawa Timur yang berkembang dari abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.
Jejak Awal Trowulan dan Fungsi Keagamaan Candi Brahu
Candi Brahu memiliki posisi penting dalam rekonstruksi sejarah Trowulan sebagai pusat peradaban. Berdasarkan berbagai penelitian arkeologi, bangunan ini diperkirakan sudah ada sebelum masa kejayaan Majapahit, bahkan ada dugaan bahwa candi ini berasal dari masa yang lebih tua dan kemudian tetap digunakan atau dipugar pada era Majapahit.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB