Pembangunan kompleks ini dimulai pada akhir masa pemerintahan Rakai Panangkaran, seorang penguasa Kerajaan Mataram Kuno yang dikenal sebagai pendukung ajaran Buddha Mahayana. Penyelesaian dan pengembangannya kemudian berlanjut pada masa pemerintahan Raja Indra. Karena dibangun pada abad ke-8, Candi Sewu termasuk salah satu kompleks Buddha tertua di Jawa Tengah. Bahkan, kompleks ini telah berdiri sebelum pembangunan Candi Prambanan yang baru dimulai pada pertengahan abad ke-9.
Pada masanya, Manjusrigrha diduga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan Buddha kerajaan. Skala pembangunannya yang sangat besar menunjukkan bahwa kompleks ini memperoleh dukungan langsung dari penguasa. Para ahli juga meyakini bahwa sebelum Borobudur mencapai bentuk akhirnya, Candi Sewu kemungkinan menjadi salah satu pusat peribadatan Buddha terpenting di wilayah Mataram Kuno.
Arsitektur kompleks ini memperlihatkan konsep mandala yang umum digunakan dalam kosmologi Buddha. Bangunan utama ditempatkan di pusat, kemudian dikelilingi oleh lapisan-lapisan candi pendamping yang tersusun secara simetris. Tata ruang seperti ini melambangkan alam semesta menurut pandangan Buddhis, dengan pusat spiritual berada di tengah dan dunia fana mengelilinginya.
Salah satu hal yang menarik dari sejarah Candi Sewu adalah keberadaannya yang berdekatan dengan kompleks Hindu Prambanan. Kedua kompleks tersebut dibangun pada periode yang relatif berdekatan dan berada dalam satu kawasan politik yang sama. Fakta ini sering dijadikan bukti bahwa masyarakat Jawa Kuno pada masa itu mampu mengakomodasi keberagaman kepercayaan dalam kehidupan sosial dan politik mereka.
Kemegahan Arsitektur dan Jejak Peradaban yang Bertahan
Secara arsitektural, Candi Sewu merupakan kompleks yang sangat mengesankan. Pada masa kejayaannya, kompleks ini terdiri atas 249 bangunan candi yang tersusun dalam pola konsentris mengelilingi candi utama. Susunan tersebut menciptakan kesan monumental yang memperlihatkan kemampuan teknik dan perencanaan arsitektur yang tinggi pada masa Jawa Kuno.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB