Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Sulawesi Selatan
»
Geoheritage


Geopark Maros Pangkep, Negeri Karst Spektakuler yang Menyimpan Jejak Purba Sulawesi

Foto: Kawasan Geopark Maros Pangkep terkenal karena memiliki area karst terluas kedua di dunia setelah China Selatan dan telah diakui secara resmi sebagai bagian dari Taman Bumi Global UNESCO Maros-Pangkep
Warta Konsumen Indonesia
Penulis: Joko Yuwono

Maros, Indonesianer.com -- Geopark Maros Pangkep terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kawasan taman bumi berskala global ini membentang melintasi wilayah daratan di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), serta mencakup kawasan perairan Kepulauan Spermonde.

Sulawesi Selatan dikenal luas melalui pesona Pantai Losari, budaya Bugis-Makassar, dan keindahan Tana Toraja. Namun di balik popularitas destinasi-destinasi tersebut, terdapat sebuah kawasan alam yang memiliki nilai geologi, sejarah, dan budaya luar biasa, yaitu Geopark Maros Pangkep. Kawasan ini membentang di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), sekitar satu hingga dua jam perjalanan dari Kota Makassar.

Geopark Maros Pangkep merupakan salah satu kawasan karst terbesar dan terindah di dunia. Hamparan bukit batu kapur yang menjulang, gua-gua purba yang menyimpan lukisan prasejarah, sungai bawah tanah, hingga keanekaragaman hayati yang unik menjadikan kawasan ini berbeda dari destinasi wisata alam lainnya di Indonesia. Keunikan tersebut mengantarkan Geopark Maros Pangkep memperoleh status UNESCO Global Geopark pada tahun 2023, sebuah pengakuan internasional yang diberikan kepada kawasan dengan warisan geologi bernilai global serta pengelolaan yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Bagi wisatawan yang pertama kali mengunjungi kawasan ini, pemandangan bukit-bukit karst yang berdiri megah sering kali menghadirkan kesan seolah berada di negeri lain. Tebing-tebing batu kapur yang menjulang dari hamparan sawah hijau menciptakan lanskap yang dramatis sekaligus memukau. Saat kabut tipis turun pada pagi hari, siluet bukit-bukit tersebut menghadirkan panorama yang tidak kalah indah dibandingkan kawasan karst terkenal di Vietnam maupun Tiongkok.

Namun pesona Geopark Maros Pangkep tidak hanya terletak pada keindahan visualnya. Kawasan ini juga menyimpan kisah panjang perjalanan bumi selama jutaan tahun, sekaligus menjadi saksi kehidupan manusia purba yang pernah menghuni Sulawesi Selatan pada masa lampau. Kombinasi antara warisan geologi dan warisan budaya inilah yang menjadikan Maros Pangkep sebagai salah satu destinasi geopark paling menarik di Indonesia.

Lanskap Karst Purba yang Membentuk Keajaiban Alam Sulawesi

Keunikan utama Geopark Maros Pangkep terletak pada bentang alam karstnya. Karst merupakan lanskap yang terbentuk dari proses pelarutan batuan kapur oleh air selama jutaan tahun. Proses geologi yang sangat panjang tersebut menghasilkan berbagai bentuk permukaan bumi yang unik, mulai dari bukit kerucut, menara batu kapur, lembah tertutup, hingga sistem gua yang kompleks.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua