Dalam beberapa catatan sejarah, benteng tersebut lebih sering mengalami kesulitan operasional dibanding menjadi pusat kekuasaan yang kuat. Hal itu membuat Fort Du Bus akhirnya ditinggalkan Belanda pada tahun 1835 atau sekitar tujuh tahun setelah didirikan.
Bentuk dan Struktur Benteng
Benteng Fort Du Bus dibangun dengan gaya arsitektur militer sederhana khas kolonial Belanda pada awal abad ke-19. Bangunan benteng dibuat menggunakan material batu dan kayu yang tersedia di sekitar wilayah pesisir.
Benteng ini memiliki area pertahanan yang dilengkapi barak prajurit, gudang logistik, serta kantor administrasi kolonial. Di beberapa bagian juga terdapat meriam yang digunakan untuk pengawasan laut.
Namun, karena usia yang sangat tua dan kurangnya perawatan selama bertahun-tahun, sebagian besar struktur benteng kini sudah rusak. Yang tersisa hanya reruntuhan fondasi, susunan batu, dan beberapa jejak bangunan lama.
Meski demikian, kawasan bekas benteng masih menjadi situs sejarah yang penting bagi masyarakat Kaimana dan Papua Barat. Pemerintah daerah juga berupaya menjaga kawasan tersebut sebagai bagian dari warisan sejarah nasional.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB