Bumbu tumis biasanya terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, dan lengkuas. Serai yang dimemarkan kemudian dimasukkan bersama daun salam untuk menambah aroma. Ketika air mulai mendidih, ikan patin dimasukkan perlahan agar teksturnya tetap utuh dan tidak mudah hancur.
Tahap paling menentukan adalah penambahan unsur asam. Sebagian keluarga Palembang menyukai penggunaan nanas karena memberikan rasa segar dan sedikit manis. Ada pula yang memilih asam jawa untuk karakter rasa lebih tajam dan tradisional. Perbedaan ini mencerminkan keberagaman selera dalam masyarakat.
Kuah pindang yang baik memiliki warna jernih kekuningan dengan aroma rempah yang jelas namun tidak berlebihan. Rasa pedas hadir secukupnya untuk menghangatkan, sementara keasaman memberi sensasi segar yang menyeimbangkan lemak ikan patin. Ketika disantap bersama nasi hangat, perpaduan itu menghasilkan kenikmatan yang khas.
Selain rasa, tekstur juga menjadi daya tarik penting. Daging patin terkenal lembut dan mudah menyerap bumbu tanpa kehilangan karakter aslinya. Lemak yang terdapat pada bagian tertentu ikan justru menambah kelezatan karena bercampur dengan kuah asam pedas secara alami.
Dalam perkembangannya, pindang tidak selalu menggunakan ikan patin. Masyarakat Sumatra Selatan juga mengenal pindang berbahan ikan baung, gabus, hingga udang. Namun patin tetap menjadi pilihan paling populer karena keseimbangan tekstur dan rasa yang dianggap paling ideal.
Popularitas pindang patin semakin meningkat seiring berkembangnya industri kuliner Palembang. Rumah makan khas daerah mulai menjadikan pindang sebagai menu unggulan yang dicari wisatawan. Banyak pengunjung yang sebelumnya hanya mengenal pempek kemudian menemukan sisi lain kuliner Palembang melalui semangkuk pindang.
Dr Agus Ujianto Kembali Dipercaya Nahkodai Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:48 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB