Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Kuliner
»
Detail Berita


Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Foto: Nasi Tutug Oncom adalah kuliner tradisional khas Sunda, Jawa Barat, dan secara spesifik berasal dari Tasikmalaya
Pemasangan Iklan
Oleh : Puji Kriswindarti

Nasi tutug oncom lahir dari lingkungan sosial yang dekat dengan pertanian dan kehidupan sederhana. Tasikmalaya serta wilayah Priangan dikenal sebagai daerah yang subur dengan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil sawah dan kebun. Dalam kondisi tersebut, kreativitas dalam mengolah bahan lokal menjadi bagian dari budaya sehari-hari.

Pada awal perkembangannya, nasi tutug oncom lebih dikenal sebagai makanan rakyat. Hidangan ini sering hadir di rumah-rumah sederhana karena bahan pembuatannya mudah diperoleh dan terjangkau. Oncom yang dibumbui kemudian dicampur dengan nasi hangat sehingga menghasilkan sajian yang gurih dan mengenyangkan.

Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan utama nasi tutug oncom. Masyarakat tidak membutuhkan lauk mahal untuk menikmati rasa yang memuaskan. Dengan bumbu yang tepat, oncom mampu menghadirkan kedalaman rasa yang membuat nasi terasa lebih kaya.

Di kalangan masyarakat Sunda, hubungan dengan makanan sering kali tidak hanya bersifat fungsional. Ada unsur emosional dan budaya yang melekat dalam setiap hidangan. Nasi tutug oncom termasuk makanan yang dekat dengan suasana rumah dan kebersamaan keluarga.

Banyak orang Sunda mengenang nasi tutug oncom sebagai masakan rumahan yang disajikan hangat, terutama pada pagi atau siang hari. Aroma oncom yang ditumis bersama cabai dan bawang sering menjadi pemicu nostalgia terhadap masa kecil dan kehidupan kampung.

Dalam budaya Sunda, makanan sederhana tidak dipandang rendah. Justru terdapat penghargaan terhadap kemampuan menciptakan rasa dari bahan yang bersahaja. Filosofi ini terlihat jelas pada nasi tutug oncom yang lahir bukan dari kemewahan, melainkan dari ketekunan dan kreativitas.



Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Taman Nasional Tesso Nilo Habitat Gajah Sumatra di Tengah Tekanan Deforestasi

Eksplorasi

Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Habitat Penting Orangutan Sumatra dan Satwa Langka

Eksplorasi

Taman Nasional Sembilang Kawasan Lahan Basah Penting yang Menjadi Habitat Burung Migran dan Penyangga Pesisir Sumatra

Eksplorasi

Taman Nasional Berbak, Kawasan Konservasi Penting di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

Eksplorasi

Taman Nasional Way Kambas, Pusat Konservasi Gajah dan Harapan Terakhir Satwa Liar Sumatra

Eksplorasi

Pemasangan Iklan

Pilihan Redaksi

Dari Rafflesia hingga Harimau, Pesona Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang Memikat

Eksplorasi

Taman Nasional Kerinci Seblat, Bentang Hutan Terluas yang Menyimpan Kehidupan Liar

Eksplorasi

Taman Nasional Gunung Leuser, Benteng Terakhir Kehidupan Liar di Jantung Sumatra

Eksplorasi

Nuca Molas, Menyimpan Keajaiban Purba Indonesia Era Jurassic Park

Eksplorasi

Ayam Betutu Khas Bali, Kuliner Upacara dengan Cita Rasa Pedas Mendalam

Kuliner

Pemasangan Iklan

Baca Juga

Perguruan Tinggi Swasta Dituntut Lebih Agresif dan Inovatif Menarik Calon Mahasiswa Baru

Edukasi

Strategi Efektif Meningkatkan Omzet UMKM Lewat Advertorial Media Online

Ekonomi

Pentingnya Kehadiran Orang Tua Dampingi Mahasiswa Menuju Masa Depan

Edukasi

Prospek Lulusan dan Dunia Kerja, Menyiapkan Karier Mahasiswa di Era Kompetitif

Edukasi

Tips Memilih Program Studi Terbaik 2026, Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Edukasi

Pemasangan Iklan

Berita Lainnya

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Edukasi

KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Manufaktur Modern yang Berkelanjutan

Ekonomi

KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Inovasi Asia Tenggara

Ekonomi

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Ekonomi

KEK Likupang, Destinasi Wisata Maritim Unggulan Kelas Dunia di Sulawesi Utara

Ekonomi

Pemasangan Iklan
Eksplorasi
Lihat Semua