Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Kalimantan Barat
»
Istana Nusantara


Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Permata Kesultanan Melayu Kalimantan

Foto: Keberadaan istana ini tidak hanya mencerminkan sejarah panjang Kesultanan Sambas, tetapi juga menunjukkan bagaimana budaya Melayu berkembang dan beradaptasi di wilayah yang memiliki hubungan erat dengan jalur perdagangan maritim Asia Tenggara.
Pedoman Media Siber

Sambas, Indonesianer.com -- Istana Alwatzikhoebillah atau Kesultanan Sambas mulai dibangun pada tahun 1933 dan rampung pada tahun 1935. Istana megah ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan ke-15 Kesultanan Sambas, yakni Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin.

Di tepian Sungai Sambas Kecil, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berdiri sebuah istana yang menjadi simbol kejayaan salah satu kesultanan Melayu paling berpengaruh di wilayah barat Pulau Kalimantan. Istana Alwatzikhoebillah Sambas merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas yang selama berabad-abad memainkan peran penting dalam perkembangan politik, perdagangan, dan kebudayaan Melayu di kawasan perbatasan Nusantara.

Keberadaan istana ini tidak hanya mencerminkan sejarah panjang Kesultanan Sambas, tetapi juga menunjukkan bagaimana budaya Melayu berkembang dan beradaptasi di wilayah yang memiliki hubungan erat dengan jalur perdagangan maritim Asia Tenggara. Dari lingkungan istana inilah para sultan memimpin pemerintahan, menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan lain, serta mengatur kehidupan masyarakat yang berada di bawah pengaruh kesultanan.

Hingga kini, Istana Alwatzikhoebillah tetap menjadi salah satu warisan budaya terpenting di Kalimantan Barat. Bangunannya yang masih terawat menjadi saksi perjalanan sejarah yang membentang dari masa kejayaan kerajaan Melayu hingga era Indonesia modern. Bagi masyarakat Sambas, istana ini merupakan simbol identitas daerah yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.

Selain menjadi pusat pelestarian warisan kesultanan, istana juga menjadi tujuan wisata sejarah yang penting. Pengunjung dapat melihat secara langsung peninggalan masa lalu sekaligus memahami bagaimana Kesultanan Sambas berperan dalam membentuk perkembangan wilayah Kalimantan Barat.

Kesultanan Sambas dan Perkembangan Dunia Melayu

Sejarah Kesultanan Sambas berawal dari perkembangan kerajaan-kerajaan lokal yang tumbuh di wilayah pesisir barat Kalimantan. Berkat letaknya yang strategis di jalur perdagangan yang menghubungkan Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Sumatra, dan wilayah lain di Asia Tenggara, Sambas berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan yang penting.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua