Di lereng barat Gunung Lawu, tepatnya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berdiri sebuah candi yang sering dianggap sebagai salah satu bangunan paling unik dan paling misterius dalam sejarah arsitektur Nusantara. Candi Sukuh berbeda dari hampir semua candi Hindu-Buddha yang ditemukan di Indonesia. Jika kebanyakan candi Jawa kuno menampilkan bentuk bertingkat dengan relief yang menggambarkan kisah-kisah keagamaan secara halus, Candi Sukuh justru menghadirkan arsitektur yang sederhana namun penuh simbolisme, dengan berbagai relief dan patung yang kerap menimbulkan perdebatan di kalangan peneliti maupun masyarakat umum.
Keunikan tersebut membuat Candi Sukuh menjadi salah satu situs arkeologi yang paling menarik untuk dipelajari. Bentuk bangunan utamanya yang menyerupai piramida berundak sering dibandingkan dengan struktur megalitik atau bahkan piramida di berbagai belahan dunia, meskipun berasal dari tradisi budaya yang berbeda. Selain itu, sejumlah relief dan arca yang ditemukan di kawasan candi menampilkan simbol-simbol kesuburan yang jarang ditemukan pada candi-candi Jawa lainnya.
Candi Sukuh dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-15 Masehi. Informasi mengenai waktu pembangunannya diperoleh dari sejumlah prasasti dan penanggalan yang ditemukan di kawasan situs. Masa tersebut merupakan periode ketika pengaruh Majapahit mulai mengalami kemunduran dan berbagai perubahan sosial, politik, serta keagamaan mulai terjadi di Jawa.
Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut memberikan suasana yang berbeda dibandingkan banyak candi lain di Jawa. Udara pegunungan yang sejuk, panorama hutan dan lereng Gunung Lawu, serta kabut yang sering turun pada pagi dan sore hari menciptakan atmosfer yang memperkuat kesan mistis yang selama ini melekat pada Candi Sukuh.
Arsitektur yang Berbeda dari Candi Jawa pada Umumnya
Salah satu hal pertama yang menarik perhatian pengunjung adalah bentuk bangunan utama Candi Sukuh. Struktur utamanya berupa teras berundak yang mengarah ke sebuah bangunan berbentuk trapesium menyerupai piramida. Bentuk ini sangat berbeda dengan candi-candi besar era Jawa Tengah seperti Candi Prambanan atau Candi Borobudur, maupun candi-candi Jawa Timur seperti Candi Penataran.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB