Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Kalimantan Timur
»
Festival Budaya


Erau Kutai Kartanegara, Festival Kerajaan Tertua di Indonesia

Foto: Beberapa prosesi memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual yang dihormati dalam tradisi Kutai.
Pedoman Media Siber

Kutai Kartanegara, Indonesianer.com -- Festival Erau Kutai Kartanegara diselenggarakan di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pusat kegiatan budaya tahunan dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini biasanya tersebar di beberapa titik utama.

Di tepian Sungai Mahakam yang membelah Kalimantan Timur, terdapat sebuah tradisi budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi salah satu warisan kerajaan paling penting di Indonesia. Tradisi tersebut adalah Erau, sebuah festival adat yang berasal dari lingkungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Hingga kini, Erau tetap hidup sebagai perayaan budaya yang merefleksikan sejarah panjang kerajaan di Kalimantan sekaligus menjadi simbol identitas masyarakat Kutai.

Nama Erau berasal dari bahasa Kutai yang secara umum diartikan sebagai suasana ramai, meriah, dan penuh kegembiraan. Makna tersebut tercermin dalam penyelenggaraannya yang melibatkan berbagai prosesi adat, pertunjukan seni tradisional, ritual budaya, serta partisipasi masyarakat dalam skala besar. Selama festival berlangsung, Kota Tenggarong sebagai pusat Kesultanan Kutai Kartanegara berubah menjadi panggung budaya yang menampilkan kekayaan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Erau memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah budaya Indonesia karena berkaitan dengan salah satu kerajaan tertua yang pernah berkembang di Nusantara. Wilayah Kutai dikenal sebagai tempat berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura, yang meninggalkan prasasti-prasasti Yupa dari sekitar abad ke-4 hingga ke-5 Masehi. Meskipun Erau yang dikenal saat ini berasal dari tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara yang berkembang pada masa berikutnya, keberadaannya tetap terhubung dengan sejarah panjang kawasan Kutai sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Indonesia.

Seiring perjalanan waktu, Erau berkembang dari upacara istana menjadi festival budaya yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Namun, unsur-unsur adat yang menjadi inti tradisi tetap dipertahankan, sehingga festival ini tidak kehilangan makna historis dan budayanya.

Tradisi Kerajaan yang Bertahan Melintasi Zaman

Dalam sejarahnya, Erau merupakan bagian dari upacara adat yang diselenggarakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara untuk berbagai peristiwa penting kerajaan. Upacara ini berfungsi sebagai sarana memperkuat hubungan antara pemimpin, masyarakat, dan nilai-nilai adat yang menjadi fondasi kehidupan sosial.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Festival Seren Taun Cigugur Kuningan: Syukuran Panen Masyarakat Sunda

Festival Budaya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua