Di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, berdiri sebuah benteng tua yang menjadi saksi perjalanan panjang sejarah perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Benteng Hoorn bukan sekadar bangunan kolonial peninggalan VOC, tetapi juga penanda penting bagaimana Pulau Haruku pernah menjadi salah satu titik strategis dalam perebutan komoditas pala dan cengkih yang bernilai tinggi di pasar dunia. Meski usianya telah mencapai ratusan tahun, benteng ini masih menyimpan pesona arsitektur, nilai sejarah, dan panorama alam yang berpadu harmonis. Bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Maluku sekaligus menikmati suasana pulau yang tenang, Benteng Hoorn menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata pada umumnya.
Pulau Haruku merupakan salah satu pulau bersejarah di Kepulauan Lease, bersama Pulau Saparua dan Pulau Nusa Laut. Kawasan ini sejak abad ke-16 menjadi pusat perhatian bangsa-bangsa Eropa karena kekayaan rempah-rempahnya. Persaingan antara Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda menjadikan pulau-pulau kecil di Maluku sebagai arena perebutan pengaruh yang berlangsung selama berabad-abad.
Dalam konteks itulah Benteng Hoorn dibangun. Keberadaannya menjadi bagian dari sistem pertahanan VOC untuk mengontrol perdagangan rempah sekaligus mengawasi masyarakat lokal agar tetap berada dalam sistem monopoli perdagangan yang diterapkan perusahaan dagang Belanda tersebut.
Benteng Strategis yang Menjadi Pengawal Jalur Rempah
Benteng Hoorn dibangun oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sekitar pertengahan abad ke-17 setelah Belanda berhasil memperkuat kekuasaan mereka di Kepulauan Maluku. Nama Hoorn diambil dari Kota Hoorn di Belanda, salah satu kota penting yang memiliki hubungan erat dengan sejarah pelayaran dan perdagangan VOC.
Lokasinya berada di Desa Pelauw, Pulau Haruku, sebuah kawasan yang sejak dahulu menjadi salah satu sentra penghasil rempah-rempah. Posisi benteng dipilih dengan sangat cermat karena menghadap langsung ke perairan yang menjadi jalur lalu lintas kapal dagang pada masa itu. Dari titik ini, aktivitas kapal yang datang maupun meninggalkan Pulau Haruku dapat dipantau dengan mudah.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB