Pada awal abad ke-17, Pulau Ai sempat menjadi lokasi pertempuran antara VOC dan Inggris. Penduduk setempat yang tidak ingin berada di bawah monopoli VOC diketahui pernah menjalin hubungan dagang dengan Inggris. Persaingan ini memunculkan konflik bersenjata yang menyebabkan pulau tersebut beberapa kali berpindah kekuasaan.
Setelah VOC berhasil mengendalikan Pulau Ai, dibangunlah Benteng Revengie sebagai salah satu pusat pertahanan dan pengawasan perdagangan rempah. Nama "Revengie" diyakini berasal dari kata "Revenge", yang berkaitan dengan semangat pembalasan setelah berbagai konflik yang terjadi selama perebutan pulau tersebut. Benteng ini menjadi simbol kemenangan VOC sekaligus alat untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan pala berada di bawah kendali mereka.
Dibangun menggunakan batu karang dan material lokal yang dipadukan dengan teknik konstruksi Eropa, Benteng Revengie memiliki bentuk sederhana namun efektif sebagai bangunan pertahanan. Tembok-temboknya dibuat cukup tebal untuk menahan serangan meriam, sementara posisi benteng berada di lokasi yang memungkinkan pengawasan terhadap perairan sekitar Pulau Ai.
Dari atas benteng, penjaga dapat memantau kapal-kapal yang memasuki kawasan Laut Banda. Setiap kapal yang datang dapat segera diketahui, baik kapal dagang maupun kapal militer. Posisi ini memberikan keuntungan strategis dalam mengendalikan jalur pelayaran.
Benteng tersebut tidak hanya berfungsi sebagai markas militer. Di dalam kompleksnya juga terdapat ruang penyimpanan logistik, tempat tinggal pasukan, gudang senjata, hingga area administrasi yang mengatur distribusi hasil pala dari kebun-kebun masyarakat.
Monopoli pala yang diterapkan VOC membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat Banda. Produksi rempah diawasi secara ketat, sementara perdagangan dilakukan melalui sistem yang sepenuhnya dikendalikan pemerintah kolonial. Kebijakan tersebut menjadikan benteng sebagai pusat kekuasaan yang sangat penting di Pulau Ai.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB