Tradisi Megalitik yang Terus Bertahan
Salah satu hal yang paling menarik dari Anakalang adalah keberlanjutan tradisi megalitiknya. Batu-batu besar yang menjadi makam tidak berasal dari lokasi permukiman, melainkan didatangkan dari tempat lain melalui proses yang panjang. Pada masa kini, pemindahan batu masih dapat dilakukan apabila sebuah keluarga memutuskan membangun kubur batu baru.
Proses tersebut dikenal sebagai tradisi tarik batu. Batu berukuran puluhan ton dipindahkan secara gotong royong oleh ratusan bahkan lebih banyak warga menggunakan tali dan peralatan sederhana. Kegiatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan juga peristiwa sosial yang memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembangunan makam batu dan mencerminkan nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Pembangunan sebuah kubur batu biasanya membutuhkan persiapan yang panjang. Selain memilih batu yang sesuai, keluarga juga mempersiapkan berbagai kebutuhan adat sebelum proses pembangunan dimulai. Oleh karena itu, sebuah makam megalitik tidak hanya dipandang sebagai tempat pemakaman, tetapi juga lambang penghormatan kepada leluhur serta warisan bagi generasi berikutnya.
Keberadaan kubur batu juga menunjukkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengolah material alam. Batu-batu kapur berukuran besar dipahat menjadi bentuk tertentu sebelum disusun menjadi bangunan yang kokoh. Meskipun dikerjakan dengan teknik tradisional, banyak makam di Anakalang memiliki proporsi yang rapi dan mampu bertahan dalam waktu sangat lama.
Selain kubur batu, kampung-kampung adat di Anakalang masih mempertahankan bentuk rumah tradisional Sumba yang khas. Rumah-rumah tersebut memiliki atap menjulang tinggi dan dibangun mengelilingi ruang terbuka di tengah kampung. Di area inilah biasanya berdiri kubur batu yang menjadi pusat berbagai kegiatan adat. Hubungan antara rumah adat, ruang komunal, dan makam megalitik mencerminkan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan yang selalu terkait dengan keberadaan leluhur.
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:51 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:50 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:47 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:15 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:12 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:54 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:53 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:52 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB