Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Kalimantan Barat
»
Geoheritage


Bukit Kelam di Sintang, Batu Raksasa yang Menjadi Ikon Alam Kalimantan Barat

Foto: Wisatawan dapat mencapai puncak melalui susunan tangga batu dan pegangan besi yang disediakan.
Warta Konsumen Indonesia
Penulis: Joko Yuwono

Salah satu aktivitas yang paling diminati di Gunung Kelam adalah pendakian menuju puncak. Jalur pendakian telah dikembangkan sehingga relatif mudah diikuti oleh pengunjung yang memiliki kondisi fisik memadai. Pada bagian awal perjalanan, pengunjung akan melewati jalan setapak dan tangga beton yang berada di bawah rindangnya pepohonan hutan tropis. Suasana sejuk serta suara satwa liar menjadi teman sepanjang perjalanan.

Memasuki bagian tengah jalur, medan mulai berubah menjadi lebih menantang. Permukaan batu granit mulai mendominasi, sementara kemiringan jalur meningkat. Untuk membantu pendaki melewati bagian yang curam, tersedia tangga besi dan jalur pijakan yang dipasang pada beberapa titik. Kehadiran fasilitas tersebut membuat pendakian menjadi lebih aman dibandingkan harus memanjat langsung di atas permukaan batu yang licin ketika basah.

Perjalanan menuju puncak umumnya memerlukan waktu beberapa jam, bergantung pada kondisi fisik dan kecepatan masing-masing pendaki. Selama perjalanan, terdapat sejumlah titik yang memungkinkan pengunjung berhenti sejenak untuk menikmati panorama atau mengabadikan pemandangan.

Semakin mendekati puncak, bentangan alam Kalimantan Barat mulai terlihat semakin luas. Pada hari yang cerah, hamparan hutan tropis seolah tidak memiliki batas. Sungai-sungai besar yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat tampak berkelok mengikuti kontur daratan. Pemandangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak fotografer alam datang ke Gunung Kelam.

Selain pendakian, kawasan Gunung Kelam juga menarik bagi pencinta fotografi lanskap, pengamat tumbuhan, hingga wisatawan yang sekadar ingin menikmati suasana alam. Tidak sedikit pengunjung memilih menikmati pemandangan dari kawasan kaki bukit tanpa harus mendaki hingga ke puncak. Dari area tersebut, bentuk monolit Gunung Kelam sudah terlihat sangat mengesankan, terutama ketika cahaya matahari pagi atau sore menyinari permukaan batu granit yang berwarna gelap.

Bagi masyarakat Sintang, Gunung Kelam memiliki arti lebih dari sekadar objek wisata. Bukit batu raksasa ini telah lama menjadi simbol daerah sekaligus bagian dari identitas lokal. Berbagai cerita rakyat berkembang di tengah masyarakat mengenai asal-usul terbentuknya Gunung Kelam. Legenda-legenda tersebut diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya setempat. Meski demikian, kisah-kisah tersebut dipandang sebagai tradisi lisan dan tidak digunakan sebagai penjelasan ilmiah mengenai pembentukan bukit batu tersebut. Penelitian geologi menunjukkan bahwa Gunung Kelam merupakan hasil proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Artikel ini telah ditayangkan di dengan judul Bukit Kelam di Sintang, Batu Raksasa yang Menjadi Ikon Alam Kalimantan Barat. Baca versi aslinya di sini.

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua