Salah satu daya tarik utama yang membuat Nuca Molas disebut sebagai “Jurassic Park Indonesia” adalah ditemukannya sejumlah fosil dan indikasi kehidupan purba. Meski belum sepopuler situs fosil internasional, temuan di kawasan ini cukup untuk memicu rasa penasaran para ilmuwan.
Beberapa laporan menyebutkan adanya fosil hewan laut purba yang menunjukkan bahwa wilayah ini dahulu merupakan bagian dari dasar laut. Hal ini selaras dengan teori pergeseran lempeng tektonik yang menyebabkan sebagian wilayah Flores terangkat ke permukaan.
Penemuan tersebut menjadi bukti bahwa Nuca Molas bukan hanya unik secara visual, tetapi juga menyimpan nilai ilmiah tinggi. Potensi penelitian di kawasan ini masih terbuka luas, terutama untuk mengungkap sejarah geologi Indonesia bagian timur yang belum sepenuhnya terpetakan.
Ekosistem Langka yang Bertahan
Selain aspek geologi, Nuca Molas juga menarik karena ekosistemnya yang khas. Meski tampak kering dan tandus, kawasan ini tetap menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna yang telah beradaptasi dengan kondisi ekstrem.
Beberapa jenis tanaman endemik mampu tumbuh di tanah yang minim nutrisi, sementara satwa liar seperti burung, reptil, dan mamalia kecil menjadikan kawasan ini sebagai tempat bertahan hidup. Adaptasi tersebut mencerminkan proses evolusi yang panjang—sesuatu yang memperkuat kesan “dunia purba” di Nuca Molas.
Kuliner
28 Mei 2026, 11:28 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:22 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:12 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:46 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:42 WIB
Inspirasi
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:59 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:58 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB