Bagi masyarakat Jawa, makanan sering kali menjadi medium untuk merawat hubungan keluarga. Aktivitas memasak bersama dan berbagi makanan menciptakan ruang emosional yang sulit tergantikan. Bubur sumsum termasuk salah satu makanan yang dekat dengan suasana tersebut.
Perjalanan panjang bubur sumsum menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak harus mewah untuk meninggalkan kesan mendalam. Justru dari bahan sederhana dan rasa yang lembut, lahir hidangan yang mampu bertahan dalam memori kolektif masyarakat.
Karena itulah bubur sumsum tidak hanya dipahami sebagai kudapan manis. Ia merupakan bagian dari sejarah domestik, tradisi pasar, dan budaya Jawa yang terus hidup melalui kebiasaan sehari-hari.
Kuah Gula Merah, Variasi Daerah, dan Ketahanan Bubur Sumsum di Era Modern
Jika tekstur bubur menjadi fondasi utama, maka kuah gula merah adalah elemen yang menyempurnakan identitas rasa bubur sumsum. Perpaduan antara bubur putih yang lembut dengan manis gula merah menciptakan keseimbangan sederhana namun memikat.
Kuah gula biasanya dibuat dari gula merah yang direbus bersama sedikit air dan daun pandan. Pandan memberikan aroma harum yang memperkaya rasa tanpa menutupi karakter utama gula. Hasil akhirnya berupa siraman manis dengan warna cokelat keemasan yang kontras terhadap bubur putih.
Dr Agus Ujianto Kembali Dipercaya Nahkodai Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:48 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:33 WIB