Penelitian linguistik bahkan menunjukkan bahwa penguasaan lebih dari satu bahasa memberi manfaat kognitif dan sosial. Anak-anak bilingual cenderung memiliki fleksibilitas berpikir dan kemampuan adaptasi komunikasi yang lebih baik.
Karena itu, mempertahankan bahasa daerah bukanlah bentuk penolakan terhadap modernitas, melainkan upaya menjaga keberagaman yang justru memperkaya kehidupan nasional.
Ketika Modernisasi Menggeser Bahasa Ibu
Tantangan terbesar bahasa daerah saat ini datang dari perubahan pola hidup masyarakat modern. Urbanisasi membuat jutaan orang berpindah ke kota-kota besar dengan lingkungan sosial yang heterogen. Dalam situasi tersebut, bahasa Indonesia menjadi pilihan komunikasi paling praktis.
Akibatnya, bahasa daerah kehilangan ruang yang dahulu menjadi tempat utama pewarisannya, yakni keluarga dan lingkungan komunitas lokal.
Anak-anak yang lahir di perkotaan sering tumbuh dalam situasi multietnis. Orang tua berasal dari daerah berbeda atau bekerja dalam lingkungan yang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa ibu tidak lagi menjadi kebutuhan sehari-hari. Fenomena ini dikenal dalam kajian linguistik sebagai *language shift* atau pergeseran bahasa.
Dr Agus Ujianto Kembali Dipercaya Nahkodai Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:58 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:48 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:35 WIB
Edukasi
14 Des 2025, 0:04 WIB
Edukasi
13 Des 2025, 23:42 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:36 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:35 WIB
Ekonomi
11 Okt 2025, 16:34 WIB