Di tengah hutan-hutan tropis Indonesia bagian timur hidup seekor satwa yang penampilannya begitu unik hingga sering dianggap sebagai hewan dari dunia prasejarah. Tubuhnya menyerupai babi liar, tetapi memiliki sepasang taring yang tumbuh menembus moncong dan melengkung ke arah dahi. Bentuknya yang tidak biasa membuat siapa pun yang melihatnya untuk pertama kali akan sulit melupakan sosok tersebut. Hewan itu adalah babirusa, salah satu mamalia endemik Indonesia yang menjadi simbol kekayaan hayati Pulau Sulawesi dan wilayah sekitarnya.
Keunikan babirusa tidak hanya terletak pada penampilannya. Satwa ini juga memiliki perilaku, habitat, hingga sejarah evolusi yang berbeda dari kerabat dekatnya. Karena hanya hidup di kawasan tertentu di Indonesia, babirusa menjadi salah satu spesies yang paling menarik perhatian para peneliti, fotografer satwa liar, maupun wisatawan pencinta alam. Namun di balik ketenarannya, keberadaan babirusa justru menghadapi berbagai ancaman yang membuat populasinya terus mengalami tekanan.
Sebagai salah satu ikon fauna Nusantara, babirusa menunjukkan betapa luar biasanya proses evolusi yang berlangsung di kepulauan Indonesia selama jutaan tahun. Isolasi geografis yang panjang melahirkan banyak spesies unik, dan babirusa menjadi salah satu contoh paling mencolok dari proses tersebut.
Keunikan Babirusa yang Tidak Dimiliki Satwa Lain
Nama "babirusa" berasal dari bahasa Melayu yang berarti "babi rusa". Julukan ini muncul karena bentuk taring jantannya yang melengkung menyerupai tanduk rusa. Meski demikian, babirusa sama sekali bukan hasil persilangan antara babi dan rusa. Hewan ini merupakan anggota keluarga Suidae, keluarga yang sama dengan babi hutan, tetapi berkembang melalui jalur evolusi yang berbeda.
Ciri paling terkenal tentu saja adalah taring bagian atas pada babirusa jantan. Berbeda dengan babi pada umumnya, taring tersebut tidak tumbuh ke bawah, melainkan menembus kulit moncong dan terus melengkung ke atas hingga mendekati mata. Sementara itu, taring bawah juga tumbuh panjang dan melengkung ke atas, menciptakan penampilan yang sangat khas.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB