Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Fauna
»
Detail Berita


Babirusa, Satwa Unik Sulawesi yang Menjadi Keajaiban Evolusi Indonesia

Foto: Satwa ini juga memiliki perilaku, habitat, hingga sejarah evolusi yang berbeda dari kerabat dekatnya
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Selama bertahun-tahun muncul berbagai cerita rakyat mengenai fungsi taring tersebut. Ada yang percaya taring digunakan untuk bertarung, ada pula yang menganggapnya sebagai alat perlindungan. Penelitian modern menunjukkan bahwa taring atas lebih banyak berfungsi sebagai penanda status sosial dan daya tarik seksual ketika musim kawin. Dalam pertarungan antarsesama jantan, mereka justru lebih sering menggunakan kepala dan taring bawah dibandingkan taring atas yang rapuh.

Tubuh babirusa juga memiliki karakteristik unik. Kulitnya relatif tipis dengan bulu yang sangat jarang sehingga dari kejauhan tampak hampir tidak berbulu. Warna tubuhnya bervariasi, mulai dari abu-abu kecokelatan hingga kecokelatan gelap tergantung spesies dan umur. Kaki babirusa lebih panjang dibandingkan babi liar biasa, membuatnya mampu bergerak lincah melewati semak maupun kawasan berbatu.

Babirusa dewasa dapat memiliki panjang tubuh sekitar satu meter dengan tinggi bahu mencapai hampir 80 sentimeter. Bobotnya berkisar antara 45 hingga lebih dari 100 kilogram. Meski tampak kekar, gerakannya cukup gesit ketika berlari menghindari ancaman.

Indonesia memiliki beberapa spesies babirusa yang tersebar di wilayah Sulawesi, Pulau Togian, Buru, dan beberapa pulau di sekitarnya. Persebaran yang terbatas inilah yang membuat setiap populasi berkembang dengan karakteristik tersendiri selama ribuan hingga jutaan tahun.

Habitat favorit babirusa adalah hutan hujan tropis yang masih lebat, terutama kawasan yang dekat dengan sungai, rawa, dan sumber air. Satwa ini sangat bergantung pada keberadaan air karena gemar berkubang untuk menjaga suhu tubuh sekaligus mengurangi gangguan parasit.

Tidak seperti babi hutan yang sering mengaduk tanah menggunakan moncongnya, babirusa memiliki moncong yang lebih lemah sehingga jarang menggali tanah dalam-dalam. Sebagai gantinya, mereka lebih banyak mencari buah-buahan yang jatuh, daun muda, umbi, jamur, serangga kecil, hingga berbagai jenis tumbuhan hutan yang mudah dijangkau.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua