Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Papua Tengah
»
Tradisi


Hangatnya Barapen, Tradisi Bakar Batu yang Menyatukan Kehidupan Masyarakat Papua Tengah

Foto: Tradisi Barapen atau Bakar Batu menjadi simbol rasa syukur, perdamaian, dan kebersamaan
Pedoman Media Siber
Penulis: Yesaya Wakei

Persiapan Barapen dimulai jauh sebelum proses memasak. Kaum laki-laki biasanya bertugas mencari batu yang kuat menahan panas, mengumpulkan kayu bakar, menggali lubang tanah, serta menyembelih hewan yang akan dimasak. Sementara itu, kaum perempuan menyiapkan sayur-mayur, membersihkan umbi-umbian, mengupas ubi jalar, memotong daun pembungkus, serta mengatur bahan makanan agar siap dimasukkan ke dalam susunan batu panas.

Batu yang digunakan bukan sembarang batu. Masyarakat adat telah memahami jenis batu yang tidak mudah pecah saat dipanaskan. Batu-batu tersebut disusun di atas tumpukan kayu, kemudian dibakar selama beberapa jam hingga mencapai suhu yang sangat tinggi. Ketika bara telah menyala sempurna dan batu berubah kemerahan karena panas, proses memasak pun dimulai.

Lubang yang telah disiapkan kemudian dilapisi daun-daunan sebagai alas. Batu panas diletakkan di dasar lubang, lalu disusun berbagai bahan makanan secara bertingkat. Biasanya dimulai dari ubi jalar, keladi, singkong, sayuran, jagung, lalu daging babi sebagai bahan utama dalam banyak upacara adat. Pada beberapa komunitas yang memiliki latar belakang budaya atau agama tertentu, daging babi dapat diganti dengan ayam, sapi, atau bahan pangan lain sesuai kebutuhan.

Setiap lapisan makanan kembali ditutup menggunakan daun-daunan dan batu panas. Proses tersebut dilakukan berulang hingga seluruh bahan tersusun rapi. Setelah itu semuanya ditutup rapat menggunakan daun, rumput, bahkan tanah agar panas tidak keluar sehingga makanan matang secara perlahan melalui uap alami.

Metode memasak ini menghasilkan cita rasa yang khas. Daging menjadi sangat empuk karena dimasak dalam waktu cukup lama, sementara umbi-umbian menyerap aroma alami dari daun dan panas batu. Tidak ada bumbu yang berlebihan, tetapi rasa asli setiap bahan justru menjadi lebih menonjol.

Selama menunggu makanan matang, masyarakat biasanya mengisi waktu dengan bernyanyi, menari, memainkan alat musik tradisional, atau berbincang bersama. Suasana inilah yang menjadi inti dari Barapen. Tradisi tersebut menghadirkan ruang interaksi yang memperkuat hubungan antarsesama warga.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua