Di antara gugusan pulau indah di Maluku, Pulau Haruku menyimpan sebuah peninggalan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang perdagangan rempah di Nusantara. Benteng Nieuw Zeelandia, yang berdiri menghadap laut biru dan dikelilingi suasana pesisir yang tenang, merupakan salah satu warisan kolonial yang masih dapat ditemukan hingga kini.
Meski tidak sepopuler Benteng Amsterdam atau Benteng Belgica, keberadaan Nieuw Zeelandia menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Maluku secara lebih dekat. Di balik dinding batu yang mulai menua, benteng ini merekam kisah persaingan bangsa-bangsa Eropa, perdagangan cengkih, hingga dinamika kehidupan masyarakat Pulau Haruku yang berlangsung selama berabad-abad.
Benteng Nieuw Zeelandia menjadi destinasi yang menarik karena memadukan nilai sejarah, panorama alam, dan budaya lokal dalam satu kawasan. Pengunjung tidak hanya diajak melihat sisa-sisa bangunan kolonial, tetapi juga dapat menikmati suasana pesisir yang masih alami, keramahan masyarakat setempat, serta memahami peran penting Pulau Haruku dalam jaringan perdagangan dunia pada masa lalu. Inilah alasan mengapa benteng bersejarah tersebut layak masuk dalam daftar tujuan wisata sejarah ketika menjelajahi Kepulauan Maluku.
Benteng Penjaga Jalur Rempah di Pulau Haruku
Pulau Haruku merupakan salah satu pulau di Kabupaten Maluku Tengah yang sejak dahulu dikenal sebagai daerah penghasil cengkih berkualitas tinggi. Pada masa perdagangan rempah, pulau ini menjadi wilayah yang sangat strategis karena hasil bumi dari berbagai pulau di sekitarnya dikumpulkan sebelum diperdagangkan ke berbagai penjuru dunia.
Ketika bangsa Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mulai menguasai perdagangan rempah di Maluku pada abad ke-17, mereka membangun sejumlah benteng untuk mempertahankan monopoli sekaligus mengawasi aktivitas perdagangan. Salah satu benteng yang didirikan adalah Nieuw Zeelandia di Pulau Haruku.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB