Di antara rimbunnya hutan hujan tropis Indonesia, ada satu jenis burung yang kehadirannya selalu mencuri perhatian. Ukuran tubuhnya besar, kepakan sayapnya terdengar nyaring dari kejauhan, dan paruhnya yang khas membuat siapa pun mudah mengenalinya. Burung itu adalah rangkong, satwa yang tidak hanya memesona dari segi penampilan, tetapi juga memiliki peran yang sangat penting bagi kelestarian ekosistem hutan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman jenis rangkong terbesar di dunia. Burung ini dapat dijumpai di berbagai pulau seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, hingga Papua, meskipun setiap wilayah memiliki spesies yang berbeda. Sebagian besar hidup di hutan primer yang masih lebat, sementara beberapa jenis juga mampu beradaptasi di hutan sekunder selama sumber makanan dan pohon-pohon besar masih tersedia.
Bagi masyarakat adat di sejumlah daerah, rangkong bukan sekadar satwa liar. Burung ini sering dianggap sebagai lambang kebijaksanaan, keberanian, hingga penghubung antara manusia dan alam. Di Kalimantan misalnya, burung enggang atau rangkong gading bahkan menjadi ikon budaya masyarakat Dayak. Bentuknya banyak dijadikan motif ukiran, pakaian adat, hingga lambang pemerintahan daerah.
Namun di balik citranya yang megah, kehidupan rangkong sebenarnya penuh tantangan. Hilangnya habitat akibat pembukaan hutan, perdagangan satwa liar, hingga perburuan telah menyebabkan populasi beberapa spesies terus menurun. Kondisi tersebut membuat rangkong menjadi salah satu satwa yang semakin mendapat perhatian dalam berbagai program konservasi di Indonesia.
Burung Berparuh Unik dengan Kehidupan yang Tidak Biasa
Rangkong termasuk kelompok burung berukuran besar dari famili Bucerotidae. Ciri paling mencolok tentu saja paruhnya yang panjang dan melengkung, dilengkapi struktur menyerupai tanduk di bagian atas yang disebut balung atau casque. Bentuk balung berbeda-beda pada setiap spesies. Ada yang kecil, ada pula yang sangat besar sehingga membuat kepala burung tampak semakin gagah.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB