Lukisan Prasejarah yang Mengubah Pandangan Dunia
Hal paling terkenal dari Goa Tewet adalah keberadaan lukisan cadas yang menghiasi langit-langit maupun dinding gua. Lukisan tersebut didominasi oleh cap tangan negatif, yaitu gambar yang dibuat dengan cara menempelkan telapak tangan pada permukaan batu lalu menyemprotkan pigmen di sekelilingnya sehingga menghasilkan siluet tangan.
Teknik tersebut dikenal di berbagai kawasan prasejarah dunia, tetapi Goa Tewet memiliki keunikan tersendiri. Banyak cap tangan di gua ini dihiasi dengan pola-pola tambahan berupa titik, garis, maupun kombinasi keduanya. Variasi tersebut tidak ditemukan secara merata di semua situs prasejarah sehingga menjadi salah satu ciri khas Goa Tewet. Para peneliti menduga motif-motif tersebut memiliki makna simbolis, meskipun hingga kini belum diketahui secara pasti arti sebenarnya.
Selain cap tangan, ditemukan pula gambar-gambar figuratif berupa hewan, bentuk menyerupai manusia, reptil, hingga berbagai simbol abstrak. Seluruh lukisan itu menunjukkan bahwa manusia yang pernah tinggal di kawasan ini tidak hanya memanfaatkan gua sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai media untuk mengekspresikan gagasan, pengalaman, maupun kepercayaan mereka.
Penelitian terhadap pigmen lukisan menunjukkan bahwa warna merah, jingga, hingga ungu berasal dari mineral alami yang mengandung hematit atau oksida besi. Analisis ilmiah juga memperlihatkan adanya perbedaan karakter pigmen yang mengindikasikan penggunaan bahan maupun proses pengolahan yang tidak selalu sama. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pembuatan lukisan dilakukan dengan pengetahuan teknis yang cukup baik untuk ukuran masyarakat prasejarah.
Goa Tewet menjadi bagian penting dari keseluruhan situs prasejarah Sangkulirang-Mangkalihat yang terkenal karena keberadaan lukisan cadas berusia sangat tua. Penelitian selama beberapa dekade menunjukkan bahwa kawasan ini menyimpan salah satu tradisi seni cadas tertua yang pernah ditemukan di dunia. Penemuan tersebut mengubah anggapan lama bahwa perkembangan seni manusia purba hanya berpusat di Eropa. Kini diketahui bahwa Asia Tenggara, termasuk Kalimantan Timur, juga memiliki sejarah seni prasejarah yang sangat panjang.
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:51 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:50 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:47 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:15 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:12 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:54 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:53 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:52 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB