Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Purbakala
»
Detail Berita


Goa Tewet, Jejak Seni Manusia Purba di Jantung Karst Sangkulirang Mangkalihat

Foto: Dinding goa dihiasi dengan lukisan cap telapak tangan dan gambar hewan yang diperkirakan berusia sekitar 10.000 hingga puluhan ribu tahun
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Walaupun demikian, para peneliti tetap berhati-hati dalam menghubungkan usia setiap lukisan dengan gua tertentu. Penanggalan ilmiah dilakukan terhadap beberapa lukisan di kawasan Sangkulirang-Mangkalihat secara keseluruhan, sehingga tidak semua gambar di Goa Tewet memiliki usia yang telah ditentukan secara langsung. Pendekatan ilmiah semacam ini penting agar interpretasi terhadap situs tetap berdasarkan bukti penelitian, bukan sekadar asumsi.

Keberadaan Goa Tewet juga memberikan gambaran mengenai kemampuan kognitif manusia purba. Lukisan-lukisan tersebut menunjukkan adanya pemikiran simbolik, kemampuan merencanakan komposisi gambar, serta penggunaan bahan pewarna alami secara terampil. Semua itu menjadi bukti bahwa masyarakat prasejarah telah memiliki budaya yang jauh lebih kompleks daripada yang pernah dibayangkan sebelumnya.

Menjaga Warisan Dunia di Tengah Alam Kalimantan

Selain bernilai arkeologis, Goa Tewet berada di lingkungan alam yang memiliki kekayaan geologi dan hayati yang luar biasa. Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat terdiri atas gugusan batu kapur, sungai bawah tanah, gua, hutan hujan tropis, dan habitat berbagai satwa khas Kalimantan. Kombinasi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi.

Karst sendiri terbentuk melalui proses pelarutan batu kapur selama jutaan tahun. Hasilnya adalah bentang alam yang dipenuhi bukit-bukit terjal, lorong bawah tanah, serta gua-gua dengan bentuk yang unik. Goa Tewet merupakan salah satu bagian dari sistem alam tersebut, sehingga nilai pentingnya tidak hanya berasal dari lukisan prasejarah, tetapi juga dari lingkungan geologinya.

Karena memiliki arti penting bagi ilmu pengetahuan, upaya pelestarian Goa Tewet menjadi perhatian utama. Lukisan cadas sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Kelembapan, rembesan air, pertumbuhan lumut, hingga aktivitas manusia dapat memengaruhi kondisi pigmen yang telah bertahan selama ribuan tahun. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap situs tidak hanya dilakukan dengan menjaga guanya, tetapi juga mempertahankan keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Festival Budaya

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Baca Juga

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Berita Lainnya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua