Di lereng barat daya Gunung Kelud, sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Blitar, berdiri sebuah kompleks percandian yang menjadi salah satu peninggalan terpenting dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu di Jawa Timur. Kompleks tersebut adalah Candi Penataran, sebuah situs arkeologi yang selama berabad-abad berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan ritual kerajaan. Dengan luas kawasan, jumlah bangunan, serta rentang sejarah yang panjang, Candi Penataran dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar yang masih tersisa di Jawa Timur.
Berbeda dengan banyak candi di Jawa Tengah yang umumnya dibangun dalam periode waktu yang relatif singkat, Candi Penataran berkembang secara bertahap selama beberapa abad. Berbagai bangunan yang ada di dalam kompleks menunjukkan bahwa pembangunan dan pengembangannya berlangsung sejak masa Kerajaan Kadiri hingga mencapai puncaknya pada era Majapahit. Karena itu, Penataran tidak hanya menjadi situs keagamaan, tetapi juga menjadi saksi perubahan politik, budaya, dan seni arsitektur Jawa Timur dari abad ke-12 hingga abad ke-15.
Nama Penataran sudah lama dikenal dalam berbagai sumber sejarah. Dalam beberapa prasasti dan naskah kuno, kompleks ini disebut sebagai tempat suci yang memiliki kedudukan penting bagi kerajaan. Pada masa Majapahit, Penataran bahkan menjadi salah satu pusat pemujaan negara yang mendapat perhatian langsung dari para penguasa. Keberadaannya yang dekat dengan Gunung Kelud juga memiliki makna tersendiri karena gunung tersebut sejak lama dianggap sebagai salah satu kekuatan alam yang penting dalam kosmologi masyarakat Jawa kuno.
Saat ini, Candi Penataran menjadi salah satu situs arkeologi paling berharga di Indonesia. Kompleks ini tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur kuno, tetapi juga menyimpan berbagai informasi mengenai kehidupan religius, seni pahat, dan pandangan dunia masyarakat Jawa pada masa kerajaan Hindu-Buddha.
Dari Kerajaan Kadiri hingga Masa Kejayaan Majapahit
Sejarah Candi Penataran dapat ditelusuri melalui sejumlah prasasti yang ditemukan di kawasan tersebut. Salah satu sumber penting adalah Prasasti Palah bertarikh 1197 Masehi yang berasal dari masa pemerintahan Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri. Dalam prasasti itu disebutkan adanya bangunan suci bernama Palah yang diyakini merujuk pada kompleks Penataran saat ini. Karena itu, para ahli berpendapat bahwa sejarah Penataran setidaknya telah dimulai sejak akhir abad ke-12.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB