Di perairan Maluku Utara, sejarah dan budaya maritim telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat selama berabad-abad. Salah satu simbol paling penting dari warisan tersebut adalah kora-kora, perahu tradisional yang dahulu digunakan oleh masyarakat dan penguasa di Kepulauan Maluku untuk berbagai keperluan, mulai dari pelayaran hingga kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan dan pertahanan. Untuk mengenang dan melestarikan warisan itu, diselenggarakan Festival Kora-Kora Ternate, sebuah perayaan budaya yang menampilkan kejayaan tradisi maritim yang pernah berkembang di wilayah Kesultanan Ternate.
Festival ini menjadi salah satu agenda budaya penting di Kota Ternate. Melalui berbagai kegiatan yang berpusat pada perahu kora-kora, masyarakat memperkenalkan sejarah panjang hubungan mereka dengan laut sekaligus menegaskan identitas Maluku sebagai salah satu kawasan maritim terpenting dalam sejarah Nusantara. Festival ini tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga sarana untuk memahami bagaimana laut membentuk perjalanan sejarah masyarakat kepulauan.
Bagi masyarakat Ternate, laut bukan sekadar ruang geografis yang mengelilingi pulau. Laut adalah jalur perdagangan, sarana komunikasi, sumber kehidupan, dan fondasi lahirnya peradaban yang menjadikan Ternate dikenal luas dalam sejarah dunia. Dari perairan inilah jaringan perdagangan rempah berkembang dan menghubungkan Maluku dengan berbagai kawasan di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.
Melalui Festival Kora-Kora, masyarakat Ternate merayakan warisan maritim tersebut dalam suasana yang penuh semangat. Festival ini menjadi pengingat bahwa kejayaan sejarah Maluku tidak dapat dipisahkan dari kemampuan masyarakatnya dalam mengarungi lautan dan membangun hubungan antarpulau melalui tradisi pelayaran.
Kora-Kora dan Jejak Kejayaan Kesultanan Ternate
Kora-kora merupakan perahu tradisional yang memiliki posisi penting dalam sejarah Maluku. Perahu ini dikenal karena bentuknya yang panjang dan kemampuannya mengangkut banyak orang. Dalam berbagai catatan sejarah, kora-kora digunakan oleh kerajaan dan kesultanan di Maluku untuk pelayaran jarak jauh, pengangkutan barang, serta berbagai kegiatan resmi yang berkaitan dengan kekuasaan.
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB