Terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Taman Nasional ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Lanjak Entimau di Malaysia, menjadikannya bagian dari ekosistem hutan hujan tropis yang lebih luas di Pulau Kalimantan.
Keindahan alamnya yang luar biasa, dipadukan dengan kekayaan flora dan fauna yang unik, menjadikan Betung Kerihun sebagai destinasi ekowisata yang patut dikunjungi. Tidak hanya itu, kawasan ini juga menyimpan warisan budaya suku Dayak yang masih terjaga hingga kini.
Surga Keanekaragaman Hayati di Kalimantan
Betung Kerihun merupakan rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna yang sebagian besar merupakan spesies endemik Kalimantan. Di dalamnya, terdapat lebih dari 1.200 spesies tumbuhan, termasuk berbagai jenis pohon meranti, ulin, dan anggrek liar yang eksotis.
Di sisi fauna, taman nasional ini menjadi habitat bagi lebih dari 300 spesies burung, 160 jenis mamalia, serta berbagai reptil dan amfibi. Salah satu penghuni paling ikonik di Betung Kerihun adalah orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), yang merupakan spesies langka dan dilindungi. Selain itu, terdapat pula macan dahan (Neofelis diardi), bekantan (Nasalis larvatus), serta berbagai spesies kucing liar lainnya yang hidup di dalam hutan lebatnya.
Sungai-sungai yang mengalir di dalam taman nasional juga menjadi rumah bagi spesies ikan langka, termasuk ikan arwana merah (Scleropages formosus) yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sering diburu oleh kolektor ikan hias.
Destinasi Wisata Alam yang Menawan
Selain kekayaan hayatinya, Taman Nasional Betung Kerihun menawarkan berbagai atraksi wisata alam yang memukau.
Budaya Dayak yang Masih Terjaga
Selain pesona alamnya, Betung Kerihun juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Suku Dayak yang mendiami kawasan ini, seperti Dayak Iban dan Dayak Taman, masih mempertahankan tradisi leluhur mereka. Wisatawan dapat mengunjungi rumah panjang khas Dayak, berinteraksi dengan penduduk setempat, serta mengenal lebih dekat adat istiadat mereka.
Salah satu tradisi yang masih terjaga adalah Upacara Gawai, yaitu perayaan panen yang diiringi dengan tarian, musik tradisional, serta ritual adat. Selain itu, seni ukir dan anyaman khas Dayak juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tertarik dengan seni dan budaya.
Upaya Konservasi dan Perlindungan Alam
Sebagai kawasan konservasi, Taman Nasional Betung Kerihun menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman deforestasi dan perburuan liar. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah dan berbagai organisasi lingkungan bekerja sama dalam upaya pelestarian hutan dan satwa liar. Program rehabilitasi orangutan serta patroli untuk mencegah pembalakan liar menjadi fokus utama dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan ini.
Di sisi lain, pengembangan ekowisata yang berkelanjutan juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kelestarian taman nasional ini. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan wisata dan konservasi, diharapkan ekosistem hutan Kalimantan dapat tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Taman Nasional Betung Kerihun adalah permata tersembunyi di Kalimantan yang menawarkan pengalaman wisata alam yang luar biasa. Dengan kekayaan flora dan fauna yang menakjubkan, serta budaya Dayak yang masih terjaga, kawasan ini menjadi destinasi yang ideal bagi para pencinta alam dan petualang. Menjelajahi Betung Kerihun bukan hanya tentang menikmati keindahan alam, tetapi juga turut serta dalam upaya konservasi dan pelestarian warisan budaya yang berharga. (*)
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB