Arsitektur benteng memperlihatkan karakter pertahanan khas Eropa pada masa kolonial. Denahnya berbentuk persegi panjang tidak simetris dengan bastion di beberapa sudut sebagai titik pertahanan dan pengawasan. Dindingnya dibangun menggunakan campuran batu karang, pasir, kapur, serta bata yang dirancang cukup tebal untuk menghadapi serangan.
Benteng ini dahulu dilengkapi parit pertahanan yang mengelilingi kawasan utama. Parit tersebut menjadi lapisan keamanan tambahan sekaligus memperlihatkan penerapan strategi militer Eropa di wilayah tropis Nusantara.
Di dalam kompleks benteng pernah berdiri berbagai bangunan pendukung seperti rumah komandan, ruang administrasi, gudang senjata, gereja, serta fasilitas logistik. Namun sebagian besar struktur tersebut kini hanya menyisakan fondasi dan reruntuhan.
Benteng, Monopoli Perdagangan, dan Makna Heritage Banten Lama
Benteng Speelwijk tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi VOC di Banten. Pada abad ke-17, lada merupakan komoditas yang sangat bernilai dan menjadi salah satu alasan utama keterlibatan kolonial di kawasan Nusantara.
Melalui benteng ini, VOC berusaha memperkuat monopoli perdagangan sekaligus mengontrol aktivitas pelabuhan dan jalur distribusi komoditas. Kehadiran benteng membantu memperkokoh posisi Belanda di Banten, terutama setelah konflik internal kesultanan melemahkan stabilitas politik kerajaan.
Kuliner
28 Mei 2026, 11:28 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:22 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:12 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:46 WIB
Kuliner
24 Mei 2026, 19:42 WIB
Inspirasi
07 Mei 2026, 17:16 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:59 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:58 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:56 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:22 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 18:07 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 17:45 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 16:35 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 15:57 WIB
Eksplorasi
22 Apr 2026, 10:20 WIB
Kuliner
12 Apr 2026, 11:12 WIB
Edukasi
18 Jan 2026, 0:44 WIB
Ekonomi
17 Jan 2026, 23:33 WIB