Di ujung tenggara Maluku, Kepulauan Aru menyimpan banyak kisah yang belum banyak dikenal publik. Gugusan pulau yang berbatasan dengan Laut Arafura ini lebih sering diidentikkan dengan kekayaan laut, hutan tropis, dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Namun, di balik lanskap alamnya yang memesona, Aru juga memiliki warisan sejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang perdagangan rempah, hasil laut, hingga persaingan bangsa-bangsa Eropa di kawasan timur Nusantara. Salah satu peninggalan yang masih berdiri sebagai penanda masa lalu tersebut adalah Benteng Wokam.
Benteng ini berada di Pulau Wokam, salah satu pulau utama di Kepulauan Aru yang letaknya berdekatan dengan Kota Dobo. Meski ukurannya tidak sebesar benteng-benteng kolonial di Ambon, Banda Neira, atau Ternate, keberadaan Benteng Wokam memiliki nilai sejarah yang penting karena menjadi bagian dari jaringan pertahanan sekaligus pengawasan perdagangan di wilayah Laut Arafura. Benteng ini mengingatkan bahwa Kepulauan Aru pernah menjadi kawasan strategis yang diperebutkan berbagai kekuatan kolonial karena kekayaan alamnya, terutama mutiara, teripang, sirip ikan hiu, kayu, serta berbagai komoditas laut lainnya.
Hingga kini, Benteng Wokam masih menjadi salah satu destinasi sejarah yang menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Kepulauan Aru. Suasana tenang, lingkungan pesisir yang alami, dan sisa-sisa bangunan benteng menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan objek wisata modern. Setiap sudutnya seolah menyimpan cerita tentang kapal-kapal dagang yang pernah berlabuh, prajurit kolonial yang berjaga, hingga masyarakat lokal yang menjalani kehidupan di tengah perubahan zaman.
Benteng Wokam juga memperlihatkan bagaimana sejarah Indonesia tidak hanya dibentuk oleh kota-kota besar, tetapi juga oleh pulau-pulau kecil yang memiliki posisi penting dalam jalur pelayaran internasional. Karena itulah, benteng ini menjadi bagian dari identitas sejarah Kepulauan Aru yang layak dikenalkan kepada masyarakat luas.
Dari Pos Perdagangan Menjadi Benteng Pertahanan
Sejak berabad-abad silam, Kepulauan Aru telah dikenal sebagai wilayah penghasil berbagai komoditas bernilai tinggi. Letaknya yang berada di jalur pelayaran menuju Papua dan Australia Utara menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi pedagang dari berbagai daerah di Nusantara maupun mancanegara. Orang Bugis, Makassar, Melayu, hingga pedagang dari Asia Timur pernah singgah untuk memperoleh hasil laut yang melimpah.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB