Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku
»
Benteng Kolonial


Benteng Wokam Kota Lama, Pertahanan VOC di Gerbang Kepulauan Aru Maluku

Foto: Beberapa catatan sejarah menyebut jejak awal juga ditinggalkan oleh bangsa Portugis, benteng ini merupakan satu-satunya tinggalan struktur benteng kolonial yang tersisa dan masih dapat ditemukan bentuk fisiknya di Kepulauan Aru
Pedoman Media Siber

Kedatangan bangsa Eropa membawa perubahan besar terhadap dinamika perdagangan tersebut. Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mulai memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah timur Indonesia, termasuk Kepulauan Aru. Meski kawasan ini tidak menghasilkan pala maupun cengkih seperti Kepulauan Banda atau Maluku Tengah, Aru memiliki sumber daya lain yang sangat bernilai di pasar internasional.

Untuk menjaga kepentingan dagang sekaligus mengawasi lalu lintas kapal, pemerintah kolonial membangun sejumlah fasilitas pertahanan. Salah satunya adalah Benteng Wokam yang berdiri di lokasi strategis menghadap jalur pelayaran. Posisinya memungkinkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang datang maupun meninggalkan kawasan Kepulauan Aru.

Benteng tersebut bukan hanya difungsikan sebagai markas militer. Di dalamnya juga terdapat ruang administrasi, gudang penyimpanan logistik, serta tempat tinggal bagi personel kolonial. Kehadiran benteng memperkuat kontrol pemerintah kolonial terhadap aktivitas perdagangan sekaligus menjadi simbol kekuasaan di wilayah tersebut.

Arsitektur Benteng Wokam memperlihatkan karakter bangunan pertahanan kolonial yang mengutamakan fungsi. Material batu dan bata digunakan untuk menghasilkan konstruksi yang kokoh menghadapi iklim pesisir. Dinding dibuat cukup tebal agar mampu menahan serangan, sementara posisi bangunan disesuaikan dengan kondisi geografis sekitar sehingga memiliki sudut pandang luas ke arah laut.

Meski sebagian struktur telah mengalami kerusakan akibat usia, cuaca, dan minimnya perawatan pada masa lalu, sisa-sisa bangunan masih memperlihatkan bentuk dasar benteng. Pengunjung dapat melihat tembok-tembok tua yang menjadi bukti kemampuan teknik konstruksi kolonial pada masanya.

Benteng Wokam juga mencerminkan hubungan yang kompleks antara pemerintah kolonial dan masyarakat lokal. Di satu sisi, benteng menjadi pusat kendali administrasi kolonial. Di sisi lain, masyarakat Aru tetap mempertahankan tradisi, budaya, dan sistem sosial mereka yang telah berkembang jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua