Kedatangan bangsa Eropa membawa perubahan besar terhadap dinamika perdagangan tersebut. Belanda melalui Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mulai memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah timur Indonesia, termasuk Kepulauan Aru. Meski kawasan ini tidak menghasilkan pala maupun cengkih seperti Kepulauan Banda atau Maluku Tengah, Aru memiliki sumber daya lain yang sangat bernilai di pasar internasional.
Untuk menjaga kepentingan dagang sekaligus mengawasi lalu lintas kapal, pemerintah kolonial membangun sejumlah fasilitas pertahanan. Salah satunya adalah Benteng Wokam yang berdiri di lokasi strategis menghadap jalur pelayaran. Posisinya memungkinkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang datang maupun meninggalkan kawasan Kepulauan Aru.
Benteng tersebut bukan hanya difungsikan sebagai markas militer. Di dalamnya juga terdapat ruang administrasi, gudang penyimpanan logistik, serta tempat tinggal bagi personel kolonial. Kehadiran benteng memperkuat kontrol pemerintah kolonial terhadap aktivitas perdagangan sekaligus menjadi simbol kekuasaan di wilayah tersebut.
Arsitektur Benteng Wokam memperlihatkan karakter bangunan pertahanan kolonial yang mengutamakan fungsi. Material batu dan bata digunakan untuk menghasilkan konstruksi yang kokoh menghadapi iklim pesisir. Dinding dibuat cukup tebal agar mampu menahan serangan, sementara posisi bangunan disesuaikan dengan kondisi geografis sekitar sehingga memiliki sudut pandang luas ke arah laut.
Meski sebagian struktur telah mengalami kerusakan akibat usia, cuaca, dan minimnya perawatan pada masa lalu, sisa-sisa bangunan masih memperlihatkan bentuk dasar benteng. Pengunjung dapat melihat tembok-tembok tua yang menjadi bukti kemampuan teknik konstruksi kolonial pada masanya.
Benteng Wokam juga mencerminkan hubungan yang kompleks antara pemerintah kolonial dan masyarakat lokal. Di satu sisi, benteng menjadi pusat kendali administrasi kolonial. Di sisi lain, masyarakat Aru tetap mempertahankan tradisi, budaya, dan sistem sosial mereka yang telah berkembang jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa.
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB