Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Maluku
»
Benteng Kolonial


Benteng Wokam Kota Lama, Pertahanan VOC di Gerbang Kepulauan Aru Maluku

Foto: Beberapa catatan sejarah menyebut jejak awal juga ditinggalkan oleh bangsa Portugis, benteng ini merupakan satu-satunya tinggalan struktur benteng kolonial yang tersisa dan masih dapat ditemukan bentuk fisiknya di Kepulauan Aru
Pedoman Media Siber

Perjalanan menuju Benteng Wokam umumnya dimulai dari Kota Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Jaraknya yang tidak terlalu jauh membuat benteng dapat dikunjungi dalam waktu singkat. Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan perkampungan pesisir, aktivitas masyarakat, serta lalu lintas perahu yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari penduduk Aru.

Sesampainya di kawasan benteng, nuansa masa lalu langsung terasa melalui dinding-dinding tua yang masih berdiri. Lumut yang menempel pada batu-batu bangunan justru menambah kesan historis. Setiap bagian benteng memberikan ruang bagi pengunjung untuk membayangkan kehidupan pada masa kolonial ketika kawasan ini menjadi salah satu titik penting dalam jaringan pelayaran Laut Arafura.

Banyak wisatawan memanfaatkan lokasi ini untuk fotografi. Tekstur dinding tua berpadu dengan cahaya matahari tropis menghasilkan latar yang menarik. Pada pagi maupun sore hari, pencahayaan alami membuat suasana benteng tampak semakin dramatis tanpa kehilangan kesan autentiknya.

Benteng Wokam juga menarik perhatian para peneliti sejarah, arkeolog, serta mahasiswa yang ingin mempelajari perkembangan kolonial di Indonesia bagian timur. Situs ini memberikan gambaran nyata mengenai strategi pertahanan di wilayah kepulauan yang berbeda dengan benteng-benteng besar di pusat perdagangan rempah.

Selain menikmati bangunan bersejarah, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menjelajahi berbagai destinasi lain di Kepulauan Aru. Kawasan ini dikenal memiliki pantai-pantai yang masih alami dengan pasir putih serta perairan jernih. Kekayaan bawah lautnya juga menjadi daya tarik bagi penyelam dan pencinta wisata bahari.

Kepulauan Aru merupakan habitat berbagai satwa endemik, termasuk beberapa jenis burung khas Papua dan Maluku. Keanekaragaman hayati tersebut memperlihatkan bahwa kawasan ini bukan hanya penting dari sisi sejarah, tetapi juga memiliki nilai ekologis yang tinggi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua