Masyarakat di sekitar kaldera telah lama memanfaatkan kesuburan tanah vulkanik untuk pertanian. Abu dan material vulkanik yang dihasilkan gunung api mengandung berbagai mineral yang memperkaya tanah. Karena itu, kawasan Batur dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dataran tinggi di Bali. Berbagai komoditas seperti bawang merah, cabai, tomat, jeruk, dan aneka sayuran tumbuh dengan baik di wilayah ini.
Aktivitas pertanian tersebut membentuk lanskap yang menarik. Lereng-lereng perbukitan dipenuhi lahan pertanian yang tertata mengikuti kontur tanah. Saat musim tanam atau panen, kawasan ini menampilkan warna-warni alami yang menambah keindahan pemandangan kaldera.
Selain pertanian, budaya masyarakat Bali juga sangat dipengaruhi oleh keberadaan gunung dan danau. Dalam tradisi Hindu Bali, gunung dianggap sebagai tempat yang suci, sementara air merupakan simbol kehidupan dan kesuburan. Karena itu, kawasan Batur memiliki posisi penting dalam sistem spiritual masyarakat Bali.
Salah satu situs budaya paling terkenal di kawasan ini adalah Pura Ulun Danu Batur. Pura ini merupakan salah satu pura utama di Bali dan memiliki hubungan erat dengan pemujaan Dewi Danu, dewi yang dipercaya sebagai penjaga sumber air dan kesuburan. Keberadaan pura ini menunjukkan bagaimana masyarakat memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan spiritual.
Hubungan tersebut juga terlihat dalam sistem subak, yaitu sistem pengelolaan air tradisional Bali yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Air yang berasal dari kawasan Batur memainkan peran penting dalam mendukung sistem pertanian di berbagai wilayah Bali. Dengan demikian, keberadaan geopark ini memiliki pengaruh yang jauh melampaui batas kalderanya sendiri.
Pariwisata kemudian menjadi unsur penting yang melengkapi kehidupan masyarakat Batur. Kehadiran wisatawan membuka berbagai peluang ekonomi, mulai dari penginapan, restoran, jasa pemandu wisata, hingga usaha kerajinan lokal. Banyak warga yang kini terlibat langsung dalam industri pariwisata tanpa meninggalkan identitas budaya mereka.
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:15 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:12 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:54 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:53 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:52 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geopark
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB