Para ahli menemukan bahwa sebagian batuan di Meratus berasal dari kerak samudra purba yang pernah berada jauh di bawah laut. Melalui proses tektonik yang panjang, batuan tersebut terangkat ke permukaan dan menjadi bagian dari pegunungan yang kini membentang di Kalimantan Selatan. Fenomena ini menjadikan Meratus sebagai kawasan yang sangat penting bagi penelitian geologi karena mampu memberikan gambaran mengenai dinamika bumi pada masa lampau.
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah keberagaman bentuk lahannya. Dari kejauhan, Pegunungan Meratus tampak seperti deretan bukit hijau yang tidak terlalu tinggi. Namun ketika memasuki kawasan tersebut, pengunjung akan menemukan lanskap yang jauh lebih kompleks. Lembah-lembah sempit, tebing batuan, sungai berbatu, hingga kawasan karst membentuk panorama yang sangat beragam.
Keindahan alam Meratus juga diperkaya oleh banyaknya air terjun yang tersebar di berbagai lokasi. Sebagian besar air terjun ini berada di tengah kawasan hutan dan masih relatif alami. Air yang mengalir jernih dari pegunungan menciptakan suasana yang tenang sekaligus menyegarkan. Beberapa air terjun bahkan menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin menikmati alam Kalimantan yang masih asri.
Selain itu, kawasan Meratus juga memiliki sejumlah gua dan bentang alam karst yang menarik untuk diteliti. Proses pelarutan batuan kapur selama jutaan tahun telah membentuk rongga-rongga alami yang menjadi bagian dari sistem geologi kawasan. Gua-gua tersebut tidak hanya penting dari sisi ilmiah, tetapi juga menjadi habitat berbagai spesies satwa yang bergantung pada lingkungan bawah tanah.
Kekayaan geologi Meratus tidak dapat dipisahkan dari keanekaragaman hayatinya. Hutan hujan tropis yang menutupi sebagian besar kawasan menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna khas Kalimantan. Di beberapa wilayah, masih dapat ditemukan satwa liar seperti bekantan, rusa, trenggiling, hingga berbagai jenis burung endemik yang hidup di kanopi hutan. Keberadaan satwa tersebut menunjukkan bahwa sebagian ekosistem Meratus masih mampu mempertahankan fungsi ekologisnya dengan baik.
Bagi pecinta alam, perjalanan menyusuri Meratus menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi pegunungan lain di Indonesia. Tidak ada gunung berapi aktif atau kawah besar yang menjadi pusat perhatian. Sebaliknya, daya tarik Meratus terletak pada lanskap purba yang terbentuk perlahan selama jutaan tahun dan tetap bertahan hingga sekarang. Setiap bukit, lembah, dan aliran sungai menjadi bagian dari cerita panjang tentang perubahan bumi yang berlangsung jauh sebelum manusia hadir di kawasan ini.
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:15 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:12 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:54 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:53 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:52 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geopark
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB