Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Timur
»
Candi


Candi Brahu, Salah Satu Bangunan Suci Tertua di Trowulan

Foto: Keberadaan Candi Brahu menjadi salah satu kunci penting dalam memahami perkembangan awal pusat kerajaan di Trowulan.
Pedoman Media Siber

Mojokerto, Indonesianer.com -- Candi Brahu terletak di kawasan situs arkeologi Trowulan, tepatnya di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini berjarak sekitar 2 kilometer ke arah utara dari Jalan Raya Mojokerto–Jombang.

Di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berdiri sebuah candi yang menyimpan jejak panjang sejarah peradaban Jawa kuno. Candi Brahu sering disebut sebagai salah satu bangunan suci tertua di kompleks ibu kota Majapahit. Meskipun tidak semegah Candi Penataran atau semenarik gerbang monumental seperti Bajang Ratu, Candi Brahu memiliki nilai historis yang sangat penting karena diduga berasal dari masa yang lebih awal sebelum kejayaan Majapahit mencapai puncaknya.

Keberadaan Candi Brahu menjadi salah satu kunci penting dalam memahami perkembangan awal pusat kerajaan di Trowulan. Bangunan ini memberikan gambaran bahwa kawasan tersebut telah memiliki aktivitas keagamaan dan budaya jauh sebelum Majapahit berdiri sebagai kerajaan besar pada abad ke-14. Dengan demikian, Candi Brahu bukan hanya peninggalan Majapahit, tetapi juga saksi dari fase awal transformasi wilayah yang kemudian menjadi pusat kekuasaan terbesar di Nusantara.

Nama “Brahu” sendiri masih menjadi bahan kajian para ahli. Dalam tradisi lokal, nama tersebut sering dikaitkan dengan kata “wanaru” yang muncul dalam beberapa prasasti kuno, meskipun hubungan pastinya belum dapat dipastikan secara mutlak. Seperti banyak situs arkeologi lainnya, nama yang digunakan saat ini merupakan hasil perkembangan sejarah dan interpretasi masyarakat terhadap peninggalan masa lalu.

Candi Brahu dibangun menggunakan bata merah, material khas arsitektur Majapahit yang banyak ditemukan di kawasan Trowulan. Struktur bangunan yang masih tersisa menunjukkan bahwa candi ini memiliki bentuk yang relatif sederhana namun kokoh, mencerminkan gaya arsitektur Jawa Timur yang berkembang dari abad ke-13 hingga ke-15 Masehi.

Jejak Awal Trowulan dan Fungsi Keagamaan Candi Brahu

Candi Brahu memiliki posisi penting dalam rekonstruksi sejarah Trowulan sebagai pusat peradaban. Berdasarkan berbagai penelitian arkeologi, bangunan ini diperkirakan sudah ada sebelum masa kejayaan Majapahit, bahkan ada dugaan bahwa candi ini berasal dari masa yang lebih tua dan kemudian tetap digunakan atau dipugar pada era Majapahit.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua