Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Candi
»
Jawa Tengah


Candi Pawon, Mata Rantai Spiritual antara Mendut dan Borobudur

Foto: Candi Pawon ini diperkirakan dibangun bersamaan pada pertengan abad ke 8 Masehi yaitu bersama dengan Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Prambanan.
Pedoman Media Siber

Magelang, Indonesianer.com -- Candi Pawon merupakan salah satu candi peninggalan agama Buddha yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Candi Pawon ini diperkirakan dibangun bersamaan pada pertengan abad ke 8 Masehi yaitu bersama dengan Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Prambanan. Hingga saat ini, Candi Pawon masih berdiri dengan kokoh dari masa Kerajaan Mataram Kuno sampai sekarang, serta masih digunakan untuk upacara Waisak umat Buddha.

Di antara dua mahakarya Buddha terbesar di Jawa Tengah, Candi Mendut dan Candi Borobudur, berdiri sebuah bangunan kuno yang ukurannya jauh lebih kecil, tetapi memiliki peran yang sangat penting dalam memahami lanskap keagamaan Mataram Kuno. Bangunan tersebut adalah Candi Pawon, sebuah candi Buddha yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Bagi banyak wisatawan, Pawon sering kali menjadi situs yang hanya disinggahi sebentar dalam perjalanan menuju Borobudur. Ukurannya yang relatif kecil membuatnya kerap berada di bawah bayang-bayang dua candi besar yang berada di dekatnya. Namun bagi para arkeolog dan sejarawan, Candi Pawon justru merupakan salah satu kunci penting untuk memahami konsep religius yang melatarbelakangi pembangunan kompleks percandian Buddha di kawasan Kedu pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi.

Keberadaan Pawon di antara Mendut dan Borobudur bukanlah kebetulan. Ketiga bangunan tersebut terletak hampir pada satu garis lurus yang membentang dari timur ke barat. Susunan ini telah lama menarik perhatian para peneliti karena menunjukkan adanya hubungan simbolis dan ritual yang sangat erat. Banyak ahli meyakini bahwa ketiganya merupakan bagian dari satu kesatuan konsep spiritual yang dirancang pada masa Wangsa Syailendra.

Meski tidak sebesar Borobudur dan tidak memiliki ruang utama seluas Mendut, Candi Pawon menyimpan keindahan arsitektur yang luar biasa. Relief-relief yang menghiasi dindingnya menunjukkan tingkat keterampilan seni pahat yang tinggi, sementara tata bangunannya memperlihatkan perencanaan yang matang dalam tradisi arsitektur Buddha Jawa Kuno.

Selama lebih dari seribu tahun, Pawon tetap berdiri sebagai saksi perjalanan sejarah, menyimpan jejak kepercayaan, seni, dan kebudayaan yang berkembang di salah satu pusat peradaban terbesar Nusantara.

Jejak Sejarah di Tengah Jalur Suci Borobudur

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua