Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Candi
»
Jawa Tengah


Candi Sojiwan, Harmoni Buddha dan Relief Kisah Moral Kuno

Foto: Berbeda dengan banyak candi lain yang lebih banyak menampilkan kisah keagamaan atau tokoh-tokoh mitologis, relief Sojiwan terkenal karena menggambarkan cerita-cerita moral yang berasal dari tradisi Buddhis.
Pedoman Media Siber

Klaten, Indonesianer.com -- Candi Sojiwan terletak di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berjarak sekitar 2 km ke arah selatan dari Candi Prambanan, candi bercorak Buddha peninggalan Mataram Kuno ini mudah diakses dari arah Yogyakarta.

Di tengah kawasan yang kaya akan peninggalan sejarah di sekitar Prambanan, terdapat sebuah candi Buddha yang sering luput dari perhatian wisatawan. Padahal, bangunan ini menyimpan keunikan yang tidak dimiliki banyak candi lain di Indonesia. Candi Sojiwan, yang terletak di Desa Kebondalem Kidul, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merupakan salah satu candi Buddha dari masa Mataram Kuno yang terkenal karena relief-reliefnya yang mengisahkan berbagai cerita moral dan kebijaksanaan.

Lokasinya berada tidak jauh dari kompleks Candi Prambanan dan Candi Plaosan. Kedekatan geografis ini menunjukkan bahwa kawasan Prambanan pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi merupakan pusat penting perkembangan agama, budaya, dan arsitektur di Jawa Kuno. Dalam radius beberapa kilometer saja berdiri berbagai bangunan suci Hindu dan Buddha yang menjadi bukti kemajuan peradaban pada masa itu.

Meski ukuran Candi Sojiwan tidak sebesar Borobudur atau Sewu, nilai sejarah dan artistiknya sangat tinggi. Para arkeolog menganggap Sojiwan sebagai salah satu contoh penting perkembangan arsitektur Buddha di Jawa Tengah menjelang akhir masa kejayaan Wangsa Syailendra dan awal dominasi Wangsa Sanjaya. Selain itu, relief-relief yang menghiasi bagian kaki candi menjadi sumber informasi berharga mengenai nilai-nilai moral yang diajarkan kepada masyarakat pada masa lalu.

Keindahan Sojiwan tidak hanya terletak pada bentuk bangunannya yang proporsional, tetapi juga pada pesan-pesan kemanusiaan yang dipahat dalam batu lebih dari seribu tahun lalu. Kisah-kisah yang tergambar pada reliefnya menunjukkan bahwa candi bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga sarana pendidikan moral bagi masyarakat Jawa Kuno.

Setelah melalui perjalanan panjang, kerusakan akibat gempa bumi, serta proses pemugaran yang memakan waktu bertahun-tahun, Candi Sojiwan kini kembali berdiri dengan megah dan menjadi salah satu warisan budaya penting yang memperkaya lanskap sejarah Dataran Prambanan.

Jejak Sejarah Buddha di Kawasan Prambanan

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Baca Juga

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua