Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Candi
»
Detail Berita


Candi Kidal, Monumen Raja Singhasari yang Sarat Makna

Foto: Bangunan ini dikenal sebagai tempat pendharmaan atau pemuliaan Raja Anusapati, penguasa kedua Kerajaan Singhasari yang memerintah setelah Ken Arok.
Pedoman Media Siber

Malang, Indonesianer.com -- Candi Kidal adalah peninggalan Kerajaan Singhasari abad XIII yang berlokasi di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berjarak sekitar 20 km arah timur dari pusat Kota Malang, candi ini dibangun pada tahun 1248 Masehi sebagai tempat penghormatan Raja Anusapati.

Di sebuah desa yang tenang di Kabupaten Malang, Jawa Timur, berdiri sebuah candi yang menjadi salah satu peninggalan terpenting Kerajaan Singhasari. Candi Kidal mungkin tidak sebesar Candi Jago atau semegah kompleks candi lainnya di Jawa Timur, tetapi nilai sejarah dan simbolismenya sangat besar. Bangunan ini merupakan salah satu contoh terbaik arsitektur candi masa Singhasari sekaligus menjadi monumen penghormatan bagi seorang raja yang memiliki peran penting dalam sejarah Jawa abad ke-13.

Candi Kidal terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, sekitar 20 kilometer di sebelah timur Kota Malang. Bangunan ini dikenal sebagai tempat pendharmaan atau pemuliaan Raja Anusapati, penguasa kedua Kerajaan Singhasari yang memerintah setelah Ken Arok. Dalam tradisi Jawa Kuno yang dipengaruhi ajaran Hindu-Buddha, seorang raja yang telah wafat sering diperingati melalui pembangunan candi yang berfungsi sebagai tempat penghormatan sekaligus simbol penyatuan sang raja dengan dewa yang dipujanya.

Dibangun sekitar pertengahan abad ke-13, Candi Kidal menjadi salah satu sumber penting untuk memahami perkembangan seni, agama, dan politik pada masa Singhasari. Arsitekturnya yang ramping dan proporsional menunjukkan tingkat keterampilan tinggi para pemahat dan perancang bangunan Jawa Timur pada masa itu. Meski ukurannya tidak terlalu besar, setiap bagian candi memperlihatkan perhatian terhadap detail dan simbolisme yang mendalam.

Selain nilai sejarahnya, Candi Kidal juga terkenal karena relief-relief yang menghiasi kaki bangunannya. Relief tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi mengandung pesan moral dan filosofi yang erat kaitannya dengan konsep kepemimpinan, pengabdian, dan pembebasan dari penderitaan. Hal inilah yang menjadikan Candi Kidal lebih dari sekadar bangunan kuno; ia merupakan karya budaya yang menyimpan berbagai lapisan makna.

Raja Anusapati dan Sejarah Singhasari yang Penuh Intrik

Untuk memahami pentingnya Candi Kidal, perlu melihat latar belakang sejarah Kerajaan Singhasari. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-13 setelah Ken Arok berhasil menggulingkan Kerajaan Kediri dan mendirikan dinasti baru di Tumapel yang kemudian berkembang menjadi Singhasari.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

Baca Juga

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Berita Lainnya

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua