Di bagian timur Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta, berdiri sebuah kawasan perbukitan yang berbeda dari kebanyakan pegunungan di Pulau Jawa. Bentuknya bukan kerucut seperti gunung api aktif yang lazim dikenal masyarakat, melainkan gugusan batuan raksasa yang menjulang dengan lereng terjal dan celah-celah alami. Inilah Gunung Api Purba Nglanggeran, salah satu geosite paling terkenal di kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark sekaligus destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Gunungkidul.
Nama "gunung api purba" mungkin terdengar membingungkan bagi sebagian orang. Gunung ini bukanlah gunung yang masih aktif, bahkan aktivitas vulkaniknya telah berakhir puluhan juta tahun silam. Yang tersisa hingga sekarang adalah tubuh batuan hasil letusan dan pembekuan magma pada masa lampau. Proses alam yang berlangsung sangat lama kemudian mengikis bagian-bagian yang lebih lunak, menyisakan bongkahan batuan vulkanik yang kini membentuk lanskap unik dan menjadi salah satu warisan geologi paling penting di Indonesia.
Keistimewaan Gunung Api Purba Nglanggeran tidak hanya terletak pada sejarah geologinya. Kawasan ini juga menjadi contoh bagaimana konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata dapat berkembang secara seimbang. Tidak mengherankan apabila Nglanggeran kini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Yogyakarta bagi pencinta alam, pendaki pemula, fotografer, hingga pelajar yang ingin mempelajari sejarah bumi secara langsung.
Bagi wisatawan, perjalanan menuju puncak Gunung Api Purba Nglanggeran bukan sekadar aktivitas mendaki. Setiap langkah membawa pengunjung melewati lorong-lorong batu, tebing-tebing vulkanik, dan vegetasi khas kawasan perbukitan yang menyimpan kisah panjang tentang perubahan muka bumi selama jutaan tahun.
Warisan Geologi dari Aktivitas Vulkanik Purba
Secara geologi, Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan sisa tubuh gunung api yang terbentuk pada masa Tersier. Kawasan ini tersusun oleh batuan vulkanik tua yang didominasi breksi vulkanik, lava andesit, serta tuf hasil aktivitas vulkanisme purba. Formasi batuan tersebut bahkan dikenal sebagai Formasi Nglanggeran, salah satu satuan geologi penting di Pegunungan Selatan Jawa.
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:51 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:50 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 6:47 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:15 WIB
Istana Nusantara
19 Jun 2026, 6:12 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:54 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:53 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:52 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB