Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Geoheritage
»
Detail Berita


Gunung Api Purba Nglanggeran, Jejak Purba yang Menjadi Ikon Wisata Geologi Yogyakarta

Foto: Desa Nglanggeran pernah dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia (Best Tourism Village) oleh UNWTO. Anda juga bisa mengunjungi Gria Coklat Nglanggeran untuk melihat proses pengolahan kakao lokal.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Gunungkidul, Indonesianer.com — Gunung Api Purba Nglanggeran adalah kawasan ekowisata geologi di Gunungkidul, Yogyakarta, yang menawarkan pendakian santai ke puncak setinggi 700 mdpl dengan formasi batuan raksasa. Terbentuk 60-70 juta tahun lalu, tempat ini ideal untuk berburu matahari terbit, berkemah, dan menikmati pemandangan.

Di bagian timur Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Yogyakarta, berdiri sebuah kawasan perbukitan yang berbeda dari kebanyakan pegunungan di Pulau Jawa. Bentuknya bukan kerucut seperti gunung api aktif yang lazim dikenal masyarakat, melainkan gugusan batuan raksasa yang menjulang dengan lereng terjal dan celah-celah alami. Inilah Gunung Api Purba Nglanggeran, salah satu geosite paling terkenal di kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark sekaligus destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Gunungkidul.

Nama "gunung api purba" mungkin terdengar membingungkan bagi sebagian orang. Gunung ini bukanlah gunung yang masih aktif, bahkan aktivitas vulkaniknya telah berakhir puluhan juta tahun silam. Yang tersisa hingga sekarang adalah tubuh batuan hasil letusan dan pembekuan magma pada masa lampau. Proses alam yang berlangsung sangat lama kemudian mengikis bagian-bagian yang lebih lunak, menyisakan bongkahan batuan vulkanik yang kini membentuk lanskap unik dan menjadi salah satu warisan geologi paling penting di Indonesia.

Keistimewaan Gunung Api Purba Nglanggeran tidak hanya terletak pada sejarah geologinya. Kawasan ini juga menjadi contoh bagaimana konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata dapat berkembang secara seimbang. Tidak mengherankan apabila Nglanggeran kini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Yogyakarta bagi pencinta alam, pendaki pemula, fotografer, hingga pelajar yang ingin mempelajari sejarah bumi secara langsung.

Bagi wisatawan, perjalanan menuju puncak Gunung Api Purba Nglanggeran bukan sekadar aktivitas mendaki. Setiap langkah membawa pengunjung melewati lorong-lorong batu, tebing-tebing vulkanik, dan vegetasi khas kawasan perbukitan yang menyimpan kisah panjang tentang perubahan muka bumi selama jutaan tahun.

Warisan Geologi dari Aktivitas Vulkanik Purba

Secara geologi, Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan sisa tubuh gunung api yang terbentuk pada masa Tersier. Kawasan ini tersusun oleh batuan vulkanik tua yang didominasi breksi vulkanik, lava andesit, serta tuf hasil aktivitas vulkanisme purba. Formasi batuan tersebut bahkan dikenal sebagai Formasi Nglanggeran, salah satu satuan geologi penting di Pegunungan Selatan Jawa.

Berbeda dengan kawasan karst yang mendominasi sebagian besar bentang alam Gunung Sewu, Nglanggeran justru menjadi "pulau" batuan vulkanik yang berdiri mencolok di tengah lanskap perbukitan kapur. Perbedaan karakter geologi inilah yang menjadikannya memiliki nilai ilmiah tinggi dan ditetapkan sebagai salah satu geosite utama dalam Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.

Selama jutaan tahun, proses pelapukan dan erosi membentuk tebing-tebing curam, punggungan batu, serta celah alami yang kini menjadi ciri khas Gunung Api Purba Nglanggeran. Beberapa bongkahan batu berukuran sangat besar tampak seolah ditumpuk secara acak, padahal semuanya merupakan hasil proses geologi yang berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang.

Jalur pendakian memanfaatkan kondisi alam tersebut sehingga perjalanan menuju puncak terasa unik. Di beberapa titik, pengunjung harus melewati lorong batu yang sempit, menaiki tangga alami dari batuan vulkanik, hingga melintasi punggungan yang menawarkan panorama luas ke arah perbukitan Gunungkidul.

Meskipun ketinggiannya hanya sekitar 700 meter di atas permukaan laut, Gunung Api Purba Nglanggeran menawarkan pengalaman mendaki yang berbeda dibandingkan gunung-gunung tinggi di Indonesia. Pendaki tidak hanya menikmati udara segar dan panorama alam, tetapi juga dapat mengamati langsung struktur batuan yang menjadi bukti aktivitas vulkanik masa lampau.

Dari puncak, bentang alam Gunungkidul terlihat membentang hingga ke cakrawala. Saat cuaca cerah, hamparan perbukitan hijau berpadu dengan lahan pertanian dan permukiman yang tersebar di lembah-lembah kecil. Pemandangan menjadi semakin memikat ketika matahari terbit atau menjelang senja, saat cahaya keemasan menyinari permukaan batuan dan menciptakan kontras warna yang dramatis.

Selain panorama alam, kawasan ini juga memiliki sejumlah titik menarik yang sering dikunjungi wisatawan, seperti lorong batu alami, beberapa puncak pandang, dan area perbukitan yang menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit. Tidak jauh dari kawasan gunung terdapat Embung Nglanggeran, sebuah embung yang awalnya dibangun sebagai penampung air bagi lahan pertanian, namun kini juga menjadi daya tarik wisata berkat panorama perbukitan yang mengelilinginya.

Keberadaan berbagai objek tersebut membuat kunjungan ke Nglanggeran tidak hanya berfokus pada pendakian, tetapi juga memberikan pengalaman menikmati lanskap geologi, ekologi, dan pedesaan dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Wisata Berkelanjutan yang Menyatukan Alam dan Masyarakat

Perkembangan Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai destinasi wisata sering dijadikan contoh keberhasilan pengelolaan wisata berbasis masyarakat. Sejak awal pengembangannya, masyarakat desa berperan aktif dalam menjaga kawasan sekaligus mengembangkan berbagai layanan wisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pendekatan tersebut membuat aktivitas pariwisata tidak semata-mata berorientasi pada jumlah pengunjung, melainkan juga pada keberlanjutan kawasan. Jalur pendakian dirancang mengikuti kondisi alami bukit sehingga meminimalkan perubahan bentang alam. Pengunjung juga diarahkan untuk tetap berada di jalur yang telah disediakan demi menjaga vegetasi dan mengurangi risiko kerusakan batuan.

Sebagai bagian dari Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar objek wisata. Kawasan ini menjadi media edukasi mengenai sejarah pembentukan bumi, proses vulkanisme, konservasi lingkungan, serta hubungan antara manusia dengan bentang alam. Status sebagai UNESCO Global Geopark juga menegaskan pentingnya perlindungan terhadap warisan geologi yang memiliki nilai internasional.

Wisata edukasi menjadi salah satu daya tarik utama kawasan ini. Banyak sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas geologi menjadikan Nglanggeran sebagai lokasi pembelajaran lapangan. Di sini, konsep-konsep geologi yang biasanya hanya dipelajari melalui buku dapat diamati secara langsung melalui singkapan batuan, struktur perbukitan, dan morfologi alam yang masih terjaga.

Selain aspek geologi, kawasan sekitar gunung juga memperlihatkan bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan. Pertanian, perkebunan, serta kegiatan wisata berkembang berdampingan tanpa menghilangkan karakter asli pedesaan. Kehadiran wisatawan turut membuka peluang ekonomi melalui homestay, kuliner lokal, jasa pemandu, hingga penjualan produk hasil pertanian dan kerajinan.

Suasana pedesaan yang masih asri menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di destinasi wisata modern. Pengunjung tidak hanya datang untuk mendaki, tetapi juga menikmati kehidupan desa yang tenang, udara yang bersih, dan keramahan masyarakat setempat.

Bagi pecinta fotografi, Gunung Api Purba Nglanggeran menawarkan objek yang selalu menarik sepanjang hari. Saat pagi, kabut tipis sering menyelimuti lembah-lembah di sekitar perbukitan. Menjelang sore, cahaya matahari menciptakan bayangan dramatis pada dinding-dinding batu vulkanik. Pada malam hari, ketika cuaca mendukung, langit yang relatif minim polusi cahaya menghadirkan panorama bintang yang memikat.

Keberhasilan pengelolaan kawasan ini menunjukkan bahwa pelestarian alam tidak harus bertentangan dengan pengembangan ekonomi lokal. Sebaliknya, kelestarian bentang alam justru menjadi modal utama yang membuat wisata Nglanggeran terus diminati. Tanpa upaya menjaga warisan geologi tersebut, daya tarik yang dimiliki kawasan ini akan berangsur berkurang.

Kini, Gunung Api Purba Nglanggeran telah menjadi salah satu ikon wisata geologi Indonesia. Kawasan ini membuktikan bahwa sebuah gunung yang telah berhenti meletus puluhan juta tahun lalu masih mampu "bercerita" kepada generasi masa kini melalui batuan, lanskap, dan jejak sejarah bumi yang tersimpan di setiap sudutnya. Bagi siapa pun yang berkunjung, Nglanggeran bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga ruang belajar terbuka yang memperlihatkan betapa panjang dan menakjubkannya perjalanan bumi hingga membentuk Indonesia seperti yang kita kenal sekarang.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Pesona Tambora, Mengenang Letusan yang Pernah Mengguncang Dunia

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Danau Limboto, Merayakan Pesona Warisan Budaya Gorontalo

Festival Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Karapan Sapi Madura, Balapan Sapi Tradisional yang Sarat Prestise Budaya

Festival Budaya

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Baca Juga

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Berita Lainnya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua