Di tengah permukiman dan lahan pertanian di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berdiri sebuah candi yang memiliki kisah penemuan sangat berbeda dibandingkan banyak situs kuno lainnya di Indonesia. Candi Sambisari bukanlah peninggalan yang terus dikenal masyarakat selama berabad-abad, melainkan sebuah bangunan yang sempat hilang dari ingatan sejarah karena terkubur jauh di bawah permukaan tanah. Baru pada abad ke-20, keberadaannya kembali terungkap dan membuka satu bab penting dalam pemahaman mengenai peradaban Jawa Kuno.
Bagi wisatawan yang pertama kali mengunjungi Sambisari, hal yang paling mencolok adalah posisinya yang berada lebih rendah daripada lingkungan di sekitarnya. Untuk mencapai kompleks candi, pengunjung harus menuruni sejumlah anak tangga menuju area yang berada sekitar enam hingga tujuh meter di bawah permukaan tanah saat ini. Pemandangan tersebut segera menimbulkan pertanyaan: mengapa sebuah candi dibangun di tempat yang begitu rendah?
Jawaban atas pertanyaan itu justru menjadi bagian paling menarik dari sejarah Sambisari. Para ahli meyakini bahwa bangunan ini pada awalnya berdiri di atas permukaan tanah seperti candi-candi lain pada zamannya. Namun berbagai peristiwa alam, terutama aktivitas vulkanik Gunung Merapi, menyebabkan kawasan tersebut tertimbun material dalam jumlah besar sehingga perlahan mengubur kompleks candi selama berabad-abad.
Kini, Candi Sambisari menjadi salah satu situs arkeologi penting di Yogyakarta. Selain menawarkan keindahan arsitektur Hindu dari masa Mataram Kuno, candi ini juga memberikan gambaran mengenai bagaimana aktivitas alam dapat memengaruhi perjalanan sejarah sebuah peradaban.
Penemuan Tak Terduga dari Dalam Tanah
Kisah modern Candi Sambisari dimulai pada tahun 1966. Saat itu, seorang petani yang sedang mengolah sawah di Dusun Sambisari menemukan batu berukir yang tidak biasa. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang dan menarik perhatian para arkeolog.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB